Kangkangi Aturan Pengangkutan, PT.Kukuh Cipta Utama Terancam Pidana

Metrobatam.com, Natuna –¬†Diketahuinya PT.Kukuh Cipta Utama, yang tidak memiliki Izin angkut dari Patra Niaga Pertamina, membuat beberapa masyarakat bertanya-tanya, “Mungkinkah PT.Kukuh Cipta Utama” telah salah melawan hukum.

Husni Andriyana Hendrsyah, selaku perwakilan Patra Niaga Pertamina Manager Businiss Support dan finance regional Sumatera saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (12/9/21) menyebutkan, Berdasarkan informasi dari team procurement dan team legal untuk PT Kukuh Cipta Utama, hingga saat ini, belum ada pengajuan dan terdaftar sebagai mitra kami, sehingga untuk pendistribusian tranportasi minyak belum diperbolehkan.

Bacaan Lainnya

Lantas yang menjadi pertanyaan dari mana PT.Kukuh Cipta Utama ini memiliki stok pasokan BBM, padahal secara izin tranportasi PT.Kukuh Cipta Utama belum mengantongi Izin. Lalu mungkinkah Pertamina Natuna, berani mendistribusikan BBM ke Perusahaan PT.Kukuh Cipta Utama ?

Gilang wijaya SH selaku penggiat media sosial yang konsen pada masalah hukum saat dikonfirmasi Minggu (12/9/21) mengenai aturan Hukum terkait Pendistribusian BBM Tanpa izin, Gilang menyebutkan, Bahwa secara hukum tentu PT.Kukuh Cipta Utama diduga telah melakukan Pelanggaran dan jika memang izin transportasi Patra Niaga Pertamina belum dipegang oleh Perusahaan PT.Kukuh Cipta Utama, sudah tentu PT.Kukuh Cipta Utama telah melanggar aturan hukum pasal 53 huruf b UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, mengenai tindak pidana pengangkutan tanpa izin usaha, yang berbunyi, setiap orang yang melalukan pengangkutan sebagaimana yang dimaksud, dalam pasal 23 tanpa izin usaha, pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling tinggi 40 milyar ungkap gilang.

Lalu dengan bukti-bukti yang telah ditelusuri awak media ini, mungkinkah pihak Kepolisian Polres Natuna, berani menindak PT.Kukuh Cipta Utama akan izin alat angkut yang belum mereka miliki atau mungkinkah Pihak Kejaksaan Negeri Ranai yang akan terlebih dahulu menyelidiki kasus ini, tunggu berita selanjutnya. (Arizki)

Pos terkait