Dimanakah Perhatian Pusat Terhadap Natuna

METROBATAM.COM, Natuna – Mungkin sebagian orang sudah kenal dengan Natuna, letaknya di ujung perbatasan Asia, lautnya kaya akan Sumber daya Alam dan wilayahnya sering di ganggu Oleh Negara Luar.

Lantas dengan berbagai hal yang ada di Natuna, sudahkah Rakyatnya makmur dan sejahtera!

Berdasarkan sumber yang kita himpun oleh awak media ini, hingga di ujung Tahun 2021 masih terlihat, beberapa persoalan seperti kesejahteraan Nelayan, hingga penolakan nelayan Cantrang dan Isu akan dilelangnya penangkapan Ikan oleh Kementrian Kelautan, menjadi buah bibir bagi sebagian Nelayan terutama Aliansi Nelayan Natuna (ANA) kepada Kebijakan Pemrintah yang selalu berubah-ubah

Belum lagi persoalan Anggaran Belanja Daerah, yang mana kita ketahui pada ujung tahun 2020 yang lalu, banyak hal seperti kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepada pihak ketiga, yang di akhir tahun tidak terbayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna, sehingga menjadi beban pada tahun 2021, anggaran belanja daerah untuk membayar hutang tersebut.

Bacaan Lainnya

Lalu mungkinkah pada tahun 2021 ini, juga akan terjadi hal yang sama, seperti tahun 2020 yang lalu? Lalu dimana Perhatian Pemerintah Pusat hingga Propinsi terhadap Kabupaten Ini. Sudahlah sumber pendapatannya kurang, lalu anggaran Tunda salurnya pun, seolah menjadi menjadi Penantian bagaikan mencari Jarum di dalam tumpukan Pasir.

Sungguh malang Nasib Harianto buruh kasar yang hanya menanti upah yang nilainya pun hanya jutaan rupiah, hingga kini menanti-nanti dari belas kasian Kontraktor untuk membayar upah kerja yang digelutinya.

Ia menuturkan kepada awak media ini Sabtu (18/12/21). Saat ini, ia hanya bisa menunggu dan menunggu janji dari Kontraktornya untuk membayar kekurangan Gajinya.

“Kite ni urang melayu yang tidak mau bekasar, kita faham saat ini, bos saya menunggu pencairan akan pekerjaan yang dikerjakannya, ye setidaknya, kami buruh kasar, seperti ini hanya bisa berharap kepada Pemerintah Natuna untuk bisa membayarkannya, sebab saat ini kami sangat membutuhkan uang itu, apalagi ini musim Utare semua susah,” ungkap Harianto dengan wajah yang lesu.

Di samping itu, Sekertaris Aliansi Jurnalistik Online Indonesia, yang biasa disapa Arizki, menuturkan kepada awak media ini. Senin (20/12/21), bahwa Perhatian Pusat hingga Propinsi Kepri, kepada Kabupaten Natuna, masih dinilai kurang perhatian. Kenapa tidak, dana bagi hasil yang sudah tentu bisa membantu perekonomian Natuna, hingga kini belum juga dikucurkan oleh Pemerintah Pusat dan Propinsi.

Wan Siswandi (Bupati Natuna) Saat memantu kegiatan Proyek di Kabupaten Natuna

” Setau saya dana tunda salur untuk Natuna itu besar, dari Propinsi saja Rp.27 Milyar mereka hutang kepada Natuna belum lagi pusat. Dimana Perhatian mereka kepada Natuna, Jangan hanya datang dan berkunjung ke Natuna saja, yang bisa dilakukan dan menghabiskan uang negara dari perjalanan dinasnya, tapi perhatian buat Kabupaten Natuna ini, harus ditunjukan lah,” terang Arizki.

“Sudah Pendapatan daerah kami kecil, lalu kegiatan kami pun yang sudah berjalan kalian pending pembayarannya. Saya berharap kepada Pemerintah Pusat khususnya, tolong beri perhatian lebih kepada Natuna.” Tegasnya.

“Jadikan pengalaman-pengalaman dari pulau Sipadan dan Ligitan yang diambil oleh Malaysia sebagai Pengalaman Pahit buat Indonesia. Jangan karena kurangnya perhatian kalian terhadap Natuna, nantinya menjadi kurang percayanya masyarakat terhadap Pemerintah,” pungkas Arizki. ( Red )

Pos terkait