Metrobatam.com, Natuna – Lenyapnya Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Premium di Kabupaten Natuna, sejak awal menjadi tanda tanya oleh sebagian masyarakat yang ada di Kabupaten Natuna perbatasan Indonesia. Pasalnya sejak terhitung mulai tanggal 24 Oktober 2021, Premium bersubsidi sudah tidak terlihat dipasaran.
Dikutip dari media online potret Nusantara id.Haris Yanuanza Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Sumbagut mengatakan, Pertamina berencana terus memperluas wilayah pelaksanaan Program Langit Biru (PLB) dengan menghadirkan BBM Pertalite menerapkan harga khusus bagi pengguna roda dua, roda tiga, angkutan kota dan taksi berplat nomor warna kuning.
Diterapkan di beberapa wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di antaranya di Kabupaten Natuna juga masih menerapkan harga yang sama dengan premium dengan harga Rp 6.450 perliternya.
Anehnya di ujung Tahun 2021 Bahan bakar minyak Pertalite, yang awalnya sama dengan harga Permium, pelan-pelan harga tersebut naik menuju Normal menjadi Rp 7.650 perliternya lalu mungkinkah BBM satu harga Program Pak Presiden Jokowi akan menjadi Kenangan ?
Aldi salah satu warga Natuna saat dikonfirmasi, Selasa (28/12/21) merasa kecewa dengan apa yang telah dilakukan Pertamina di Kabupaten Natuna. Pasalnya tanpa memberikan sosialisasi yang jelas, Pertamina dengan sengaja menarik BBM Subsidi Permium, tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulunya.
” Saya selaku masyarakat merasa terbohongi akan hal yang dilakukan Pemerintah Natuna dan Pertamina, sebab saya sangka Pertalite Natuna karena wilayah perbatasan memang murah harganya, sehingga sama dengan harga Premium. Ternyata eh ternyata rupanya ini, merupakan cara mengelabuhi masyarakat saja, agar masyarakat berpindah dari Premium ke Pertalite.
Selanjutnya, Aldi juga mengharapkan Khusunya Pemerintah Daerah Baik Pemkab Natuna ataupun DPRD Natuna, untuk bisa memanggil Pertamina, agar kiranya Premium Bersubsidi bisa kembali ada di ujung Perbatasan NKRI ini.
“Sebab saat ini ekonomi masyarakat sudah susah jadi jangan ditambah Susah lagi,” tegas Aldi.
Terpisah Herman selaku buruh yang ada di kabupaten Natuna (28/12/21) mengkhawatirkan barang-barang hingga transportasi di awal tahun ini akan naik di Natuna, sebab saya dengar di awal tahun ini Harga Pertalite di Natuna akan menyamakan harga pertalite di Kota Batam dengan Harga Rp 8.000 perliter.
“Untuk itu saya berharap kepada bagian Ekonomi yang membidangi persoalan BBM agar kiranya bisa memikirkan nasib masyarakat bawah,” Pungkas Herman.
(Hingga berita ini diterbitkan, awak media ini belum bisa menghubungi bagian Ekonomi Pemda Natuna) (Red)














