METROBATAM.COM, NATUNA– Tumbangnya pagar kuburan Sedanau yang memakan dana APBD dengan nilai Rp 375.000.000, akhirnya menemui titik terang, Hal itu diketahui akan tindak cepat Polres Natuna, terhadap laporan dari masyarakat, perihal tumbangnya Pagar kuburan yang diduga penuh dengan aroma Korupsi.
Plt. lurah Sedanau Adi Suharsa S.sos, saat dikonfirmasi Selasa (21/12/21) menyebutkan bahwa benar, pada hari Senin yang lalu tepatnya pada tanggal (20/12/21) ia menerima surat dari Kepolisian Polres Natuna, akan hal pemeriksaan terhadap dirinya, perihal pagar Kuburan yang tumbang di Kelurahan Sedanau Pada tahun 2019, ungkap Adi

Selanjutnya ia juga menuturkan, bahwasanya dikarenakan saya waktu itu, pada hari Senin lagi dinas di luar Daerah, maka saya baru bisa hadir di Polres Natuna, pada hari Selasa di unit Tipikor Polres Natuna.
“Beberapa pertanyaan pun ditanyakan kepada saya, oleh penyidik dan saya tentunya sebagai Plt lurah menjawab seberapa sepengetahuan yang saya tau,” terang Adi
Di tempat yang berbeda Pula Rudi selaku warga Sedanau, mengucapkan Beribu-ribu terimakasih, kepada Polres Natuna, yang telah mau melakukan Pemeriksaan terhadap Pagar kuburan Sedanau, sebab banyak dugaan pagar kuburan tersebut, dibangun tanpa mengikuti spek dari konsultan perencanaan sehingga menjadi tumbang.
Ia sangat berharap sekali, kepada Polres Natuna, Khususnya Unit tipikor, bisa membuka seluas-luasnya tabir persoalan ini, tegas Rudi.
Terpisah ED, yang tidak mau disebutkan namanya, juga menuturkan Selasa(21/12/21) bahwasanya Penunjukan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) sewaktu itu, penuh aroma yang mencurigakan. Sebab, penunjukan Darmajaya selaku LPMK, tidak melalui proses Musyawarah terlebih dahulu, dengan melibatkan RT dan RW hingga kepala Lingkungan (Kaling) di kelurahan Sedanau.
“Padahal kita tau, bahwa LPMK itu lembaga pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, seharusnya sewaktu menunjukan seseorang harus musyawarah lah!! Ini tidak tiba-tiba langsung dipilih oleh Lurah dan beliau seorang PNS lagi.” tegas ED
(Hingga berita ini diterbitkan awak media ini belum bisa menghubungi Unit tipikor Polres Natuna). ( Red )














