METROBATAM.COM, BATAM – Akhirnya Gubernur Kepri membuka dan akan menerima keluhan para orang tua yang anaknya belum tertampung belajar di SMA Negeri Batam secara khusus di SMA Negeri 20 Batam Center.
Setelah hampir sebulan anak -anak mereka menunggu di rumah dan tidak belajar akibat pihak sekolah tidak menerimanya dengan alasan Dapodik ditutup.
Namun setelah pihak orang tua bersama komite bersuara melalui media, maka sesuai dengan arahan Gubernur melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau agar menyelesaikan permasalahan siswa yang belum sekolah di SMA/SMK Negeri di Kota Batam dalam satu minggu ke depan.
“Maka untuk menindaklanjuti arahan tersebut sambil menyiapkan sarana dan dokumen yang diperlukan serta agar tidak mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Melalui kesempatan ini kami pihak sekolah menginformasikan untuk mulai proses pendaftaran siswa yang belum tertampung di SMAN 20 Batam akan kita mulai hari Selasa 13 Agustus 2024,”tulis Kepala SMA Negeri 20 Batam, Adi Saputra didalam grup whatshap yang dikirim salah seorang orang tua calon siswa ke redaksi media ini.
Lanjutnya, Informasi mengenai teknis dan dokumen yang perlu disiapkan oleh orang tua/wali bersama siswa akan diinformasikan lebih lanjut besok, Senin 12 Agustus 2024, red). Tulisnya.
Dilansir dari laman Telisiknews, Terkait informasi ini dibenarkan oleh Ketua Komite SMA Negeri 20 Batam, Syahril.
Menurutnya, jika tidak ada tanggapan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan juga Kadisdik Kepri atas keluhan calon siswa yang belum tertampung sekolah yang sudah disampaikan kemarin melalui media online.
Rencananya, para orang tua calon siswa akan melakukan aksi selama 3 hari di depan SMAN 20 Batam dan juga di kantor Kacabdis Batam di Batuaji. Bahkan surat izin untuk melakukan aksi damai itu sudah disampaikan pada Intelkam Polresta Barelang. Hingga spanduk -spanduk juga telah dicetak untuk aksi tersebut.
“Namun hari ini kami mendapat jawaban dari Kepsek SMA N 20 Batam, menyuruh agar datang hari Selasa 13 Agustus 2024 ke sekolah dan mulai proses pendaftaran siswa yang belum tertampung di SMAN 20 Batam. Dengan adanya tanggapan ini maka kita hargai dan rencana melakukan aksi damai pun kita batalkan,” kata Syahril, Senin (12/8/2024) pada media ini di daerah Batam Center.
Sebelumnya, ratusan calon siswa sudah daftar ke SMAN di Kota Batam, hingga saat ini masih menunggu kebijakan Ansar Ahmad selaku Gubernur Kepri. Soalnya, belum ada kebijakan atau kejelasan terkait nasib anak -anak yang masih menunggu di rumah tak bersekolah, apakah mereka bisa sekolah atau tidak. (nkson)














