Metrobatam.com, Lingga — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nahkoda yang dilaporkan jatuh ke laut dari kapal TB Trans Permata 5 di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, masih terus berlangsung hingga hari keempat, Jumat (13/2/2026).
Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga puluhan mil laut di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang di bawah koordinasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menyatakan operasi H.4 dimulai pada pukul 07.10 WIB dengan pembagian tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan penyisiran area.
Tim SAR gabungan membagi operasi menjadi tiga sektor utama dengan luas area pencarian mencapai sekitar 40 nautical mile (NM):
SRU 1 menggunakan RIB 05 USS Lingga menyisir perairan selatan Pulau Kentar hingga Tanjung Djang.
SRU 2 menggunakan speedboat Pos AL Senayang melakukan pencarian di sekitar perairan Pulau Penaah.
SRU 3 melibatkan nelayan pesisir memantau garis pantai timur Pulau Sebangka hingga Pulau Sambau.
Selain itu, upaya keselamatan pelayaran dilakukan melalui broadcast radio oleh SROP Dabo Singkep dan pihak kapal kepada seluruh kapal yang melintas di jalur pelayaran timur Kepulauan Lingga.
Insiden dilaporkan terjadi pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB di perairan Senayang, Kabupaten Lingga, tepatnya pada koordinat 00° 07’ 04.87” LU – 104° 48’ 59.13” BT.
Berdasarkan laporan, korban terakhir terlihat berada di kabin kapal sekitar pukul 19.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, kru kapal berusaha memanggil untuk pergantian jaga, namun nahkoda tidak ditemukan di seluruh area kapal dan diduga kuat terjatuh ke laut.
Informasi awal diterima Basarnas pada Selasa, 10 Februari 2026 pukul 08.25 WIB dari petugas PLP Tanjung Uban.
Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama:
Nama: Padang Delli Setiyawan
Usia: 41 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Jabatan: Nahkoda
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Tanjungpinang, Unit Siaga SAR Lingga, Pos AL Senayang, Polairud Lingga, BPBD Lingga, PLP Tanjung Uban, agen kapal, serta masyarakat nelayan.
Peralatan yang digunakan meliputi RIB USS Lingga, kapal TNI AL KRI Karotang, boat Pos AL, long boat nelayan, perangkat komunikasi, responder bag, dan peralatan evakuasi.
Hingga laporan terakhir, korban belum ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai rencana operasi dengan memperhatikan keselamatan personel di lapangan.
Pihak Basarnas juga mengimbau seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar tetap waspada dan segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.
Awalludin
Sumber : Unit SAR Lingga.














