Metrobatam.com, Lingga – Harapan para nelayan di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga, terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) memang sangat besar. Keberadaan SPBN dinilai krusial untuk menunjang aktivitas melaut serta menekan biaya operasional nelayan. Namun demikian, muncul pertanyaan dari masyarakat terkait etika dan mekanisme pelibatan publik dalam proses perencanaan operasional SPBN tersebut.
Pemerintah Kecamatan Selayar sebelumnya telah menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) sekaligus konsultasi publik terkait rencana operasional SPBN yang akan dikelola oleh PT Global Cipta Nusa, berlokasi di Desa Penuba Timur, pada Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini mendapat dukungan dari sebagian masyarakat yang hadir dan menilai langkah tersebut sebagai upaya positif pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Namun di sisi lain, penyerapan aspirasi dinilai belum sepenuhnya menyentuh seluruh elemen masyarakat, khususnya para nelayan di Kecamatan Selayar. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang nelayan yang mengaku tidak mendapatkan undangan maupun informasi terkait pelaksanaan FGD tersebut.
“Kami ini nelayan, pihak yang langsung terdampak dengan keberadaan SPBN. Tapi kami tidak dilibatkan dalam forum itu. Apakah kami tidak perlu didengar dalam sebuah keputusan, atau kami hanya dijadikan pendengar saja,” ujar nelayan tersebut, yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Ia menilai, pelibatan masyarakat secara menyeluruh sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan serta tidak menimbulkan polemik di kemudian hari. Apalagi Kecamatan Selayar terdiri dari empat desa dengan karakter dan kebutuhan nelayan yang berbeda-beda.
Untuk menjaga keberimbangan informasi, wartawan telah berupaya melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak yang dinilai berkompeten di wilayah Kecamatan Selayar, terkait sejauh mana keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk perwakilan nelayan dari empat desa serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Selayar, yang dinilai penting dalam aspek kewaspadaan dan stabilitas sosial.
Namun hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait.
Masyarakat berharap ke depan pemerintah kecamatan dan pihak pengelola SPBN dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dan inklusif, sehingga rencana operasional SPBN benar-benar mendapatkan dukungan menyeluruh dan mampu menjawab kebutuhan riil nelayan di Kecamatan Selayar.
Awalludin.














