METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG — Dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang kembali tercoreng oleh aksi tak bermoral yang dilakukan oleh seorang oknum pendidik. Oknum yang seharusnya menjadi pelindung dan pengayom justru tega melakukan aksi pelecehan terhadap lima orang siswinya sendiri. Aksi bejat ini tidak hanya menghancurkan masa depan para korban, tetapi juga membuat kondisi mental anak-anak tersebut drop dan mengalami trauma berat.
Tindakan tercela ini menuai kecaman keras dari Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Setyo Agus Thomo, S.T, mengatajan bahwa Keberadaan oknum pendidik semacam ini dinilai bukan hanya merusak masa depan anak bangsa, tetapi juga menampar keras wajah dunia pendidikan serta membawa malu bagi kepemimpinan daerah.
“Tugas utama seorang pendidik adalah mendidik, membimbing, dan melindungi anak-anak kita—bukan malah menghancurkan mental dan masa depan mereka. Kasus ini sangat memalukan dan tidak boleh ada toleransi sedikit pun!” tegas Pria yang akrab disapa Itong ini.
Desak Sanksi Tanpa Kompromi
Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang mendesak dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan tindakan hukum maupun administratif setegas-tegasnya terhadap pelaku. Penanganan kasus ini dituntut transparan agar memberikan efek jera yang nyata dan tidak dianggap angin lalu.
Selain penindakan terhadap pelaku, dinas terkait juga diminta hadir memberikan pendampingan psikologis menyeluruh untuk memulihkan trauma mental kelima siswi yang menjadi korban.
Jaga Nama Baik Kota Gurindam
Langkah pembinaan, pengawasan ketat, dan evaluasi berkala di lingkungan sekolah harus segera direalisasikan agar kasus serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan. Masa depan anak-anak adalah benteng utama yang harus dijaga demi mempertahankan marwah Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam yang sarat akan nilai-nilai budi pekerti dan kebudayaan luhur.
Penulis : Yata
Editor : Budi














