Bupati Cen Sui Lan Sambut Lahirnya ANRC, Wadah Pulang Kampung Cendekiawan Natuna

METROBATAM.COM, NATUNA – Dukungan penuh diberikan Bupati Natuna Cen Sui Lan terhadap lahirnya lembaga kajian strategis daerah, Archipelago Natuna Research Center (ANRC). Lembaga yang digagas tujuh doktor asal Natuna ini dinilai menjadi jembatan penting antara kecerdasan putra daerah dengan percepatan pembangunan di ujung utara Indonesia.

ANRC resmi mengantongi legalitas dari Kementerian Hukum RI Nomor AHU-0000211.AH.01.07.Tahun 2026. Kehadirannya digadang-gadang menjadi mitra pengetahuan bagi Pemerintah Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Cen Sui Lan.

“Kami ingin anak-anak Natuna yang cerdas dan berbakat serta memiliki intelektualitas mumpuni, kembali ke daerah dan membangun kampung halaman mereka,” tutur inisiator ANRC, Raja Mustakim di Batam, Sabtu (26/9/2026).

Raja Mustakim yang juga suami Bupati Natuna Cen Sui Lan itu menegaskan, ANRC lahir dari keresahan yang sama dengan visi Bupati – bahwa Natuna tidak bisa dibangun hanya dengan intuisi, tapi harus dengan data yang valid dan kajian ilmiah.

Bacaan Lainnya

Menurut Raja Mustakim, posisi Natuna sebagai daerah kepulauan dan kawasan perbatasan terluar membuat tantangannya sangat kompleks. Mulai dari ekonomi, pendidikan, kemaritiman, hingga tarik-menarik kewenangan pusat dan daerah, termasuk isu keadilan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.

Di sinilah peran ANRC sebagai think tank akan dimaksimalkan untuk membantu Bupati Cen Sui Lan dalam mengambil kebijakan.

“Ketidakadilan ini kita ungkapkan ke Pemerintah Pusat dan stakeholder pusat, dengan data-data yang valid dan menjadi program dari ANRC ke depan,” tegasnya.

Bupati Cen Sui Lan sendiri selama ini konsisten menyuarakan agar kekayaan alam Natuna yang luar biasa, terutama migas, harus berkeadilan bagi masyarakat Natuna. Kehadiran ANRC diharapkan memperkuat argumentasi Pemkab Natuna di tingkat nasional dengan kajian akademik yang tidak terbantahkan.

Raja Mustakim meluruskan, ANRC tidak akan terjebak menjadi lembaga kajian migas semata.

“Kajian ANRC meliputi pembangunan kawasan perbatasan, kebijakan publik, pendidikan, ekonomi biru, sosial-budaya, Islam dan Tamaddun Melayu, geopolitik, lingkungan, hingga desentralisasi fiskal,” jelasnya.

Tujuh doktor pendiri ANRC adalah Dr H Umar Natuna MPdI, Dr H Amirudin MPA, Dr H Syahidun MM, Dr H Tirtayasa MA, Dr Asmara Juana MSi, Dr H Kamaruddin MM, dan Dr Syahidin MA.

Ke depan, hasil riset ANRC akan dituangkan dalam bentuk policy paper, policy brief, rekomendasi kebijakan, hingga forum diskusi publik yang hasilnya akan diserahkan langsung kepada Bupati dan DPRD Natuna sebagai bahan pengambilan keputusan.

Dengan terbentuknya ANRC, Bupati Cen Sui Lan kini memiliki amunisi baru – kekuatan para cendekiawan – untuk mewujudkan Natuna yang bukan hanya kaya sumber daya alam, tapi juga kaya gagasan dan kuat dalam kebijakan.

Pos terkait