METROBATAM.COM, NATUNA – Harapan masyarakat Kabupaten Natuna untuk memiliki fasilitas pendidikan terpadu yang representatif semakin mendekati kenyataan. Pemerintah Kabupaten Natuna telah menuntaskan penyediaan lahan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Pembangunan fisik proyek pendidikan tersebut dijadwalkan mulai pada akhir 2026.
Kepastian ini menjadi kabar penting bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia. Sebab, kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan bangunan pendidikan baru, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Selama ini, kegiatan Sekolah Rakyat di Natuna masih memanfaatkan Gedung Asrama Haji di Kompleks Masjid Agung Baitul Izzah, Ranai. Namun, dengan tuntasnya penyediaan lahan, Natuna kini bersiap memiliki kawasan pendidikan permanen dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap.
Lahan Sekitar 12 Hektare Siap Dibangun
Kesiapan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Natuna sebelumnya telah ditinjau langsung Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna pada 1 Juli 2026.
Peninjauan dilakukan di kawasan Kompleks Masjid Agung Baitul Izzah, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, guna memastikan kesiapan lahan serta infrastruktur pendukung pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang menyampaikan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Natuna memiliki luas sekitar 12 hektare dan telah siap untuk dibangun.
“Alhamdulillah hari ini kita berkesempatan meninjau langsung lokasi Sekolah Rakyat di Natuna. Ini luar biasa, lahannya sekitar 12 hektare dan sudah siap untuk dibangun,” ujar Nyanyang.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad pada 15 Juni 2026, Natuna telah dinyatakan memenuhi persyaratan penyediaan lahan seluas 10 hektare. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kelengkapan readiness criteria yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dilaksanakan.
Kini, penyediaan lahan yang telah dituntaskan menjadi salah satu tahapan penting untuk mempercepat realisasi pembangunan tersebut.
Bukan Sekolah Biasa, Dilengkapi Asrama dan Fasilitas Modern
Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan sosial.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat mengusung konsep pendidikan berasrama atau boarding school. Dengan konsep tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pengembangan potensi diri.
Fasilitas yang direncanakan pun cukup lengkap. Mulai dari ruang belajar, asrama siswa, rumah guru dan wali asrama, laboratorium, tempat ibadah, fasilitas olahraga, lapangan sepak bola standar semi internasional, kolam renang, hingga lapangan bulu tangkis.
Secara teknis, kawasan pendidikan tersebut direncanakan memiliki sekitar 27 massa bangunan yang saling terintegrasi.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Natuna Masuk Prioritas Pembangunan di Kepri
Natuna menjadi salah satu daerah yang masuk dalam prioritas pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Kepulauan Riau.
Selain Natuna, dua lokasi lainnya yang juga diprioritaskan adalah Tanjungpinang dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pembangunan ditargetkan dimulai setelah proses pengadaan selesai dan diharapkan dapat rampung pada Maret tahun berikutnya.
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan pembangunan tujuh Sekolah Rakyat yang tersebar di enam kabupaten/kota.
Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya kesiapan lahan secara menyeluruh, termasuk proses penimbunan dan pematangan lahan apabila diperlukan, agar pembangunan tidak mengalami hambatan dan fasilitas pendidikan dapat dimanfaatkan sesuai target.
Harapan Baru Pendidikan di Wilayah Perbatasan
Bagi masyarakat Natuna, kehadiran Sekolah Rakyat permanen memiliki arti lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur.
Program ini diharapkan mampu memperluas kesempatan anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas dengan fasilitas yang memadai.
Selain itu, keberadaan kawasan pendidikan terpadu juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah perbatasan.
Tuntasnya penyediaan lahan menjadi langkah penting yang kini membuka jalan bagi realisasi pembangunan. Masyarakat pun menantikan agar proses pengadaan dan pembangunan fisik benar-benar berjalan sesuai jadwal.
Jika terealisasi sesuai target, Sekolah Rakyat Natuna akan menjadi salah satu fasilitas pendidikan strategis yang memperkuat pemerataan akses pendidikan hingga wilayah terluar Indonesia.














