NATUNA, METROBATAM.COM — Sekretaris Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau, H. Raja Mustakim, memantau langsung jalannya turnamen domino divisi khusus wartawan dalam rangka memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Natuna di kawasan Pantai Piwang, Ranai, Rabu (28/10/2026) malam.
Sosok Raja Mustakim bukanlah nama baru dalam perjalanan dunia pers. Ia memiliki catatan sejarah tersendiri sebagai anggota termuda PWI se-Indonesia pada 1988, ketika usianya baru 22 tahun. Rekam jejak tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya dalam dunia jurnalistik dan organisasi pers.
Informasi mengenai predikat anggota termuda tersebut, menurut keterangan yang perlu ditelusuri melalui arsip organisasi, juga dikaitkan dengan Buku Putih PWI Indonesia yang pada masa itu menjadi salah satu referensi pendataan keanggotaan dan akses bagi pihak-pihak tertentu di lingkungan pemerintahan serta pemangku kepentingan pada era Orde Baru.
Pengalaman panjang di dunia pers itu turut mewarnai kiprahnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk keterlibatannya dalam Yayasan Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN).
Suasana pertandingan berlangsung meriah. Puluhan wartawan antusias mengikuti permainan domino yang disiapkan secara khusus oleh panitia KPDN sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Natuna.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, didampingi suaminya, H. Raja Mustakim, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna, turut menyaksikan keseruan pertandingan tersebut.
Di tengah suasana akrab itu, Bupati Cen sempat melontarkan candaan kepada para wartawan.
“Betul kalian bisa main?” ujar Bupati Cen dengan nada bergurau.
Pertanyaan tersebut disambut tawa peserta. Seorang wartawan pun menjawab dengan santai bahwa keikutsertaan mereka bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, melainkan juga untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Natuna.
“Bisa nggak bisa lah, Bu, yang penting kami berpartisipasi untuk memeriahkan HUT Kabupaten,” timpal seorang wartawan.
Candaan tersebut mencairkan suasana sekaligus memperlihatkan kedekatan antara insan pers dan pemerintah daerah dalam kegiatan nonformal.
Panitia menyediakan satu blok pertandingan khusus wartawan yang terdiri atas 16 meja permainan. Para jurnalis dari berbagai media berkesempatan menunjukkan kemampuan mereka di meja domino.
Bupati Cen juga terlihat memberikan semangat kepada peserta. Ia bahkan menjanjikan apresiasi bagi pemain yang menunjukkan permainan terbaik.
“Yang mainnya paling bagus, saya kasih apresiasi nanti,” ujarnya.
Sementara itu, pemantauan langsung oleh H. Raja Mustakim menjadi bagian dari perhatian terhadap jalannya turnamen yang mempertemukan insan pers dalam suasana kompetitif sekaligus penuh kekeluargaan.
Turnamen domino divisi khusus wartawan bukan sekadar pertandingan untuk menentukan pemenang. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara wartawan, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat.
Bagi insan pers, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih cair di luar rutinitas peliputan. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarsesama wartawan sekaligus mempererat interaksi dengan masyarakat.
Dengan pengalaman panjangnya di dunia jurnalistik sejak usia muda, H. Raja Mustakim menjadi salah satu figur yang menarik untuk ditelusuri lebih jauh, baik dari sisi perjalanan organisasi pers maupun kiprahnya dalam kegiatan sosial di Kepulauan Riau.
Perayaan HUT ke-27 Kabupaten Natuna pun tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga momentum untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kebersamaan.
(Budi)













