Petrus Beraksi Malam Hari, 6 Gadis Jadi Korban

Seorang tukang becak sedang melewati kawasan Pecinan di Foto kompas : Jalan Pemuda, Kota Magelang, Kamis (21/4/2016) siang. Saat ini, penembak misterius dengan sasaran pramuniaga toko yang kebanyakan wanita beraksi di kawasan tersebut.

Metrobatam.com, Magelang – Penembak misterius (Petrus) beraksi di kawasan Pecinan, Jalan Pemuda, Kota Magelang. Sasarannya adalah para perempuan yang bekerja sebagai pramuniaga toko di kawasan itu.

Aksi penembakan yang diduga menggunakan senjata jenis airsoft gun atau senapan angin ini sudah menyebabkan enam korban mengalami luka-luka.

Read More

Meski tidak ada korban jiwa, tetapi para korban mengalami luka dan trauma.

Dari penelusuran dan keterangan sejumlah korban, aksi penembakan misterius ini sudah terjadi sejak awal April ini, tepatnya tanggal 6 April silam. Penembak misterius menyasar para pramuniaga yang hendak pulang setelah tutup toko.

Terakhir kali, tembakan misterius ini dialami karyawan Apotek Enggal, Agustri Purnami (28), warga Dusun Tegal, Rejopanjang, Ambarawa, Rabu (20/4/2016) malam.

Kala itu, korban bermaksud pulang menuju indekos di Bogeman, Kota Magelang. Setelah menutup apotek, dia menyeberang jalan. Namun, baru berjalan 10 langkah, tiba-tiba dia dikejutkan dengan bunyi letusan.

Selang beberapa menit kemudian, dia merasakan nyeri di pinggang bagian kiri dan setelah dilihat ada luka memar.

Dia pulang dan sampai di rumah kosnya diberi tahu pemilik rumah kos bahwa dia terkena luka tembak, kemudian dibawa menuju RSUD Tidar untuk diobati.

Namun, setelah dilakukan rontgen, tidak ada peluru atau benda yang masuk di pinggangnya.

Sebelumnya, Dwi Mega S (16), warga Karanggading, juga mengaku terkejut dengan bunyi letusan. Bersamaan dengan bunyi itu, dia mengalami sakit di bagian kanan hingga tak bisa berjalan.

Saat itu, dia berada dalam perjalanan pulang setelah makan di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Dia lalu meminta bantuan tukang ojek untuk dibawa menuju RSUD Tidar. Berdasarkan hasil rontgen,juga tidak ada benda yang masuk di bekas luka memarnya.

Dua kejadian aksi teror diduga penembakan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas Polres Magelang Kota.

Ternyata, kasus yang sama juga dialami pada awal April. Maya Sulitiana (20), karyawan Toko Buku Jaya, juga mengalami hal tersebut.

Saat itu, warga Bandongan, Kabupaten Magelang, itu juga baru saja menutup tokonya. Saat hendak berjalan pulang, tiba-tiba dia merasakan sakit di tangan kanannya.

“Tangan saya itu berdarah, dan hingga kini masih ada bekasnya. Saya juga belum melapor ke polisi,” katanya sembari menunjukkan bekas luka di tangannya.
Anehnya, setelah kejadian itu, ditemukan peluru berbentuk runcing di trotoar jalan. Peluru tersebut saat ini masih disimpan oleh bosnya.

Beberapa hari kemudian, temannya Retnowati (19), juga ditembak saat akan pulang pada malam hari setelah tutup toko.

“Dia terkena di bagian paha sebelah kanan. Celana jeans yang dipakainya berlubang dan sobek, sementara pahanya mengeluarkan darah dan sempat dibawa ke rumah sakit,” paparnya.

Perempuan lainnya, Khotimah (20), warga Kalijambe, Purworejo, yang menjadi karyawan Atlanta, juga terkena tembakan di paha kanan pada Sabtu (16/4/2016) sekitar pukul 21.00. Dia merasakan nyeri di bagian pahanya. (mb/kompas)

Related posts