YLKI Banyak Terima Aduan Tentang Layanan PLN

Metrobatam.com, Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat, sejumlah aduan yang berkaitan dengan layanan PT PLN (Persero) dalam penyaluran setrum ke masyarakat.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, aduan utama dan terbesar dari masyarakat terkait operasi Pemeriksaan/Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik/P2TL) oleh petugas PLN.

Read More

Dalam operasi itu, PLN bersama petugas kepolisian masuk ke rumah-rumah untuk memeriksa kWh meter. “Mayoritas mengenai operasi P2TL. Jawaban PLN terhadap sengketa P2TL bersifat defensif,” ujar Tulus di Jakarta.

Adapun aduan terbesar kedua mengenai pemaksaan penggunaan meteran listrik. PLN kerap memaksa kepada pelanggan sambungan baru untuk menggunakan meteran listrik pra bayar.

Padahal, banyak pelanggan sambungan baru justru mengharapkan meteran listriknya bisa dipasang dengan skema pascabayar. Dari sisi regulasi, penggunaan meteran listrik pra bayar juga tidak diwajibkan.

“Pemaksaan penggunaan meter listrik pra bayar. Ini dikeluhkan. Masih ada yang ingin menggunakan meteran pascabayar. Walaupun kita tahu enggak ada regulasi soal itu,” ucap Tulus.

Pengaduan terakhir menyoal Sistem Laik Operasi (SLO) dalam instalasi tenaga listrik. Pelanggan sambungan baru listrik merasa terbebani dengan biaya-biaya tambahan yang dikalkulasi masih cukup mahal akibat adanya permainan oknum pemberi SLO. “Ada dugaan SLO abal-abal. Mereka juga mengeluhkan adanya tarif tambahan selain tarif resmi,” ujar Tulus.(Mb/Inilah)

Related posts