Metrobatam, Jakarta – PDIP menyatakan tetap konsisten mendukung duet Ahok-Djarot Djarot di Pilgub DKI 2017. Meski Ahok kini menjadi tersangka karena pidato kontroversinya di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu, PDIP tetap akan mengawal proses hukum mantan Bupati Belitung Timur itu.
“Kami tidak akan mengubah sikap. Kami terhadap penetapan ini karena walaupun Pak Ahok ditetapkan jadi tersangka pencalonan dia sebagai Gubernur DKI tidak akan hilang,” kata Ketua DPP PDIP Trimedya Pandjaitan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11).
“Kalau partai lain kami tidak berani bicara. Tapi kalau PDIP tidak akan bergeser 1 senti pun,” imbuh dia sambil menambahkan, masih akan mengkaji proses penetapan tersangka Ahok oleh Bareskrim Polri. Trimedya masih menyangsikan Ahok dijerat dengan pasal penistaan agama dan UU ITE.
“Semua orang terutama kaum-kaum terpelajar tahu seperti apa unsur-unsur yang terpenuhi dalam pasal 156 itu. Walau tadi kita mendengar Kabareskrim menjelaskan 2 alat bukti itu apa. Bahwa Pak Ahok ini seperti pasal 184 KUHAP sudah memenuhi kriteria untuk jadi tersangka. Karena ini transparan seharusnya dijelaskan yang supaya kita tahu unsur itu yang mana,” beber dia.
“Kita akan mempelajari alasan-alasan dari Bareskrim itu kemudian langkah-langkah kita ke depan dalam rangka menjelaskan kepada masyarakat bagaimana posisi Pak Ahok tersebut,” sambung dia.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani enggan berkomentar. Ia mengatakan, pertanyaan mengenai Ahok tak pas ditanyakan kepada dirinya.
“Ya itu bukan tanya ke saya, tanya ke politik, itu urusan politik, bukan (ke) saya,” kata Puan di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (16/11).
Putri dari presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, ini pun meminta awak media bertanya mengenai penetapan Ahok sebagai tersangka ke pengurus PDIP. “Tanyanya ke PDIP itu (Ahok tersangka),” ujarnya sambil berlalu.
Enggak Akan Mundur
Ditetapkannya Ahok sebagai tersangkan membuat Nasdem seperti akan berpikir ulang dalam memberikan dukungannya kepada Ahok. Namun kekhawatiran itu dibantah oleh salah satu politisi Nasdem Virgie Baker. Menurutnya, Nasdem tak akan berpaling ke lain hati.
“Kita akan tetap bersama pak Basuki sampai akhir, enggak akan mundur,” tegas Virgie yang juga sebagai juru bicara tim pemenangan Ahok.
Virgie menjelaskan, evaluasi yang akan dilakukan oleh partainya dari sisi strategi untuk memenangkan Basuki. Partai NasDem, kata Virgie, menunggu jalannya proses hukum yang berjalan dan berharap tidak ada tekanan dari pihak manapun.
“Mekanisme evaluasi akan dibahas begitu ada keputusan mengenai status pak Basuki dari kepolisian. Intinya NasDem selalu mengutamakan proses hukum yang betul-betul transparan, tanpa tekanan dari pihak manapun,” jelas dia.
“Kalau sudah menjadi tersangka, pasti permainan di lapangan akan berbeda untuk menghadapi situasi masyarakat,” sambung dia.
Dia pun mengajak masyarakat untuk waspada terhadap isu provokasi yang mengancam persatuan NKRI. “Menempatkan keadilan di atas segala-galanya. Masyarakat juga seharusnya waspada dan lebih cerdas untu melihat masalah ini dengan jernih, bahwa ada pihak-pihak yang akan memecah belah atau senang kalau Indonesia terpecah belah dan tidak damai,” jelas dia.(mb/detik/okezone)














