Sutopo: 100-an Bangunan Roboh, Korban bisa Bertambah

Metrobatam.com – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban meninggal dunia gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter di kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh terus bertambah.

Gempa terjadi sekitar 18 kilometer timur laut Pidie Jaya pada Rabu (7/12) pukul 05.03 WIB.

Read More

Sutopo menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Aceh hingga Rabu siang berjumlah 52 orang. Sementara itu, 73 orang luka berat dan 200 orang luka ringan.

“Sampai dengan pukul 13.10 WIB, 52 orang meninggal, 73 orang luka berat dan 200 orang luka ringan. Kemudian 10 ribu orang santri terdampak. Diperkirakan korban masih akan terus bertambah, mengingat masih ada warga yang tertimbun oleh reruntuhan bangunan yang roboh. Data diperkirakan akan terus bergerak naik mengingat kerusakannya cukup masif,” ujarnya.

Selain korban jiwa, gempa ini menurut Sutopo juga merobohkan bangunan. Di antaranya 100-an rumah dan bangunan toko serta belasan masjid dan satu sekolah rusak berat.

Tim SAR gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia (PMI), Tagana, relawan dan masyarakat telah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban jiwa, khususnya di wilayah Kabupaten Pidie Jaya Aceh.

“Dan di lokasi saat ini ribuan personel tim SAR gabungan penanganan darurat. TNI mengerahkan 740 personel. Dari TAGANA 50 personel. Dari BPBD. Sehingga tim SAR gabungan ini masih melakukan tanggap darurat. Baik itu pencarian korban dan penanganan warga terdampak,” ujarnya. (MS/VOA)

Related posts