Ini Warning Ridwan Kamil dan Kapolrestabes untuk Pejabat Bandung

Metrobatam, Bandung – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandoro, dan para pejabat Pemkot Bandung menggelar rapat pimpinan di Balai Kota Bandung, Senin (30/1). Ada berbagai hal yang dibahas, terutama soal pencegahan agar tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan pegawai negeri sipil (PNS).

Ridwan Kamil pun memberikan warning alias peringatan bagi seluruh pegawainya. Peringatan tersebut diberikan agar tidak ada lagi pelanggaran hukum, terutama dengan menyalahgunakan wewenang.

Read More

“Sekarang momentum seperti ini saya ingatkan jangan macam-macam. Saya dengan Pak Kapolrestabes komitmen dengan Tim Saber Pungli untuk menegakkan (aturan) di semua pelayanan publik yang punya potensi penyalahgunaan wewenang,” kata Emil, sapaan akrabnya.

Secara khusus, ia menyatakan para pejabat yang memiliki kewenangan atau keputusan harus benar-benar lurus. Jangan sampai mereka berorientasi mencari keuntungan pribadi dengan mengakali berbagai aturan atau celah yang ada.

“Ekor itu gimana kepala, kalau kepala suka duit, pasti ekor suka duit. Kalau kepala bengkok dikit, ekor bengkok lebih banyak. Dan ini juga refleksi buat kita semua mengawali 2017, fokus pada pekerjaan, hindari (perbuatan melanggar hukum) seperti itu,” ungkapnya.

Secara umum, pelayanan publik di Kota Bandung sudah banyak yang menggunakan sistem online. Namun, kasus tertangkap tangannya Kepala BPPT Kota Bandung, Dandan Riza Wardana, menjadi pelajaran penting agar tidak lagi mengakali sistem online untuk mengeruk keuntungan pribadi.

“Justru dengan kejadian ini, ini adalah pesan jangan macam-macam, jangan sok lihai, insya Allah aparat kepolisian komitmen dengan kami pimpinan akan menghentikan dan menemukan modus-modus itu,” tegas Emil.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, berharap ke depan tidak ada lagi kasus penangkapan pejabat akibat terlibat dalam tindak pidana. Tertangkap tangannya Dandan diharapkan jadi yang terakhir.

“Harapan kita ini jadi yang terakhir. Jangan ada pola-pola, cara-cara untuk memanfaatkan kelemahan sehingga menguntungkan diri sendiri dengan melakukan perbuatan-perbuatan melanggar hukum, baik itu pungli atau gratifikasi,” tuturnya.

Ia pun mengimbau agar semua pihak menjauhi gaya hidup konsumtif. Sebab, gaya hidup seperti itu dikhawatirkan bisa jadi salah satu penyebab untuk melakukan perbuatan melanggar hukum.(mb/okezone)

Related posts