Timses : Perlahan-lahan Konspirasi Menjatuhkan Ahok Terbongkar

Metrobatam, Jakarta – Tim sukses calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yakin menang Pilgub 1 putaran. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Tim sukses Ahok-Djarot, Ace Hasan Syadzily.

Bukan tanpa alasan mereka yakin Ahok-Djarot menang satu putaran dalam kontestasi Pilgub DKI. Persidangan kasus Ahok yang sedang berjalan, kata Ace, menunjukan banyak hal-hal janggal. Hal tersebut membuat timses yakin bahwa Ahok tidak bersalah dan kasus Ahok ada unsur politik di dalamnya.

Read More

“Saya selalu sampaikan, bahwa perlahan-lahan konspirasi terkait kasus Ahok, semakin hari semakin terbongkar,” kata Ace Hasan Syadzily saat ditemui di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/1).

Menurut Ace, kejanggalan dalam tuduhan penistaan agama ini kian menunjukkan bahwa memang ada niat untuk menjatuhkan dan menjegal Ahok menjadi Gubernur DKI.

“Indikasinya kemarin dari empat saksi semua, siapa yang bantah bahwa ada seorang saksi yang mendukung salah satu calon. Kedua, dalam sidang terungkap bahwa saksi semua terkait salah satu ormas Islam. Yang menghadang Ahok-Djarot semua ada indikasi ke ormas Islam itu. Apakah yang mereka lakukan bukan tindakan politik,” papar Ace.

“Jadi saya lihatnya simpel, kasus ini alat politik menjatuhkan Ahok,” imbuhnya.

Ada sedikit kekecewaan dari Timses Ahok-Djarot karena masyarakat sudah terlanjur terprovokasi kabar yang menyebut Ahok melakukan penistaan agama. Padahal hal tersebut belum ada putusan pengadilan dan baru dugaan.

“Ahok dijatuhkan bukan karena program tapi dijatuhkan karena tuduhan hukum yang belum tentu secara hukum salah,” ujar Ace.

“Kasus hukum Ahok sudah campur aduk dengan politik,” tutupnya.

Tidak Serang Karakter Pribadi
Ace juga berharap, saat debat nanti pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak menyerang karakter pribadi. Kalau pun ada ‘serangan’, dia berharap itu terhadap program Ahok-Djarot.

Politisi Golkar tersebut juga mengingatkan, bila Paslon lain lebih memilih menyerang Ahok-Djarot pada karakter pribadi, hal tersebut akan merugikan pihak lawan mereka. Karena masyarakat bisa menilai mana Paslon yang benar-benar santun, mana yang santun karena pencitraan.

“Enggak ada efek secara langsung (pada Ahok-Djarot), kan masyarakat yang lihat sendiri. Katanya santun tapi kok enggak menunjukkan itu. Katanya pintar tapi kok enggak mencerminkan itu. Efeknya lebih ke lawan,” ujarnya.

Menurut Ace, baik Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sama-sama kuat untuk menjadi pesaing Ahok-Djarot menuju kursi DKI 1 dan DKI 2. Mereka akan saling menyerang di sesi debat nanti. “Saya kira sama kuat kedua pasangan tersebut karena sama-sama menyerang Ahok-Djarot,” kata dia.

Ace juga menjelaskan soal hasil 2 kali debat Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga di dua stasiun televisi beberapa waktu lalu. Belajar dari dua debat tersebut, menurut dia, tak ada yang perlu dievaluasi dari penampilan Ahok dan Djarot.

“Enggak ada evaluasi khusus terkait debat yang sudah dilakukan dari segi subtansi. Semua sudah bagus,” kata Ace.

Alasan tidak ada evaluasi khusus terkait debat yang sudah dilakukan, karena yang disampaikan sudah sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Selain itu, semua yang disampaikan sesuai dengan data yang akurat bukan asumsi semata.

“Enggak ada juga yang harus diperbaiki. Karena yang dibicarakan program semua. Bukan bicara yang akan dilakukan oleh orang lain. Kita sampaikan apa yang sudah dilakukan,” papar Ace.(mb/detik)

Related posts