Diguncang Gempa 5,5 SR, Warga Pidie Jaya Pilih Tidur di Luar Rumah

Metrobatam, Jakarta – Gempa 5,5 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sekira pukul 02.47 WIB. Namun, hingga subuh ini warga di wilayah tersebut masih belum berani masuk ke dalam rumah.

“Orang-orang di sini belum berani masuk (ke rumah). Ini kumpul di teras rumah masing-masing,” kata Mardiana, warga Gampong (Desa) Meunasah Pupu, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, kepada Okezone melalui telefon, Kamis (16/2).

Read More

Setelah berhamburan ke luar rumah saat gempa terjadi, warga memilih bertahan di luar hingga lewat pukul 05.15 WIB. Mereka menggelar alas atau tikar di teras serta halaman rumahnya, untuk tidur sambil menunggu pagi.

Warga juga mengikat ayunan di teras untuk menidurkan anaknya. Warga merasa lebih aman tidur di teras lantara bila ada gempa susula, mereka lebih mudah menyelamatkan diri dari potensi rerentuhan bangunan.

Husni, warga lainnya, mengatakan, masyarakat Pidie Jaya masih banyak yang trauma dengan gempa 6,5 SR yang terjadi pada 7 Desember 2016.

Saat itu, banyak orang terjebak di dalam rumahnya dan tertimpa reruntuhan sehingga jumlah korban jiwa mencapai 100 jiwa lebih.

Selain memilih tidur di luar rumah, warga yang dekat pantai, kata Husni, sekarang sebagian juga memilih menjauh dari laut. Mereka khawatir akan ada tsunami.

Menurut Husni, usai gempa susulan 5,4 SR yang terjadi selang lima menit setelah gempa pertama 5,5 SR, kondisi di Pidie Jaya sudah tenang. “Sampai sekarang Alhamdulillah belum ada (gempa) lagi, tapi belum berani juga masuk (rumah),” tutupnya.(mb/okezone)

Related posts