Temui Beberapa Kejanggalan, Satu Paslon Tolak Pleno KPU Pekanbaru

Metrobatam, Pekanbaru – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Pekanbaru nomor urut 5 Adrian menolak hasil pleno rekapitulasi perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum setempat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

“Kami selaku saksi paslon no 5 mengaku keberatan dengan hasil pleno ini,” ujar saksi paslon no 5, Adrian usai rapat pleno rekapitulasi perolehan suara oleh KPU di Pekanbaru, Kamis (23/2).

Read More

Adrian mengemukakan, keberatan paslon no 5 yakni Dastrayani Bibra-Said Usman terhadap hasil pleno ini dikarenakan terdapatnya beberapa sengketa dalam Pilkada 2017.

Menurut Adrian, ada beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan Pilkada pada 15 Februari 2017 hingga saat ini, di antaranya terkait karut-marutnya daftar pemilih tetap (DPT).

Selain itu, ia memaparkan, ditemukannya ada pemilih yang melakukan kecurangan sehingga tertangkap saksi paslon mencoblos dua kali akibat DPT ganda.

Adrian juga menerangkan adanya tempat pemungutan suara (TPS) yang tidak terdapat kertas suaranya. Kemudian adanya TPS yang C-6 hanya enam lembar.

“Yang terakhir banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) baik lurah maupun camat dan kadis mendukung salah satu paslon,” tuturnya.

Usai memaparkan dan menyampaikan penolakannya saksi paslon no 5 keluar ruang sidang pleno dan tidak mengikutinya lagi.

Selanjutnya di sisi lain Ketua KPU Kota Pekanbaru, Amiruddin Sijaya, menanggapi hal ini dengan santai dan mempersilakan semua sesuai prosedur.

Amiruddin menyebutkan, usai penetapan pleno ini maka tahapan selanjutnya adalah masa sanggah diberi waktu tiga hari bagi paslon yang merasa keberatan dengan hasil KPU dan menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kita akan lihat tiga hari ke depan terhitung saat penetapan ini jika ada gugatan maka KPU bersedia untuk memberikan alasan dan jawaban terhadap sengketa tersebut,” tuturnya.

Ia juga mempersilakan paslon no 5 yang menolak semua hasil keputusan pleno untuk menyampaikan haknya sesuai prosedur. Ia jamin pihaknya tidak akan menghalangi karena itu hak dan independensi saksi.

“Kami hargai dan konstitusi memberi ruang untuk itu,” katanya.

Sekadar informasi pertarungan Pilkada di Pekanbaru diikuti lima paslon. Pasangan petahana (incumbent) Firdaus dan Ayat Cahyadi kembali mencalonkan diri. Mereka diusung Partai Demokrat, PKS, dan Partai Gerindra. Petahana mendapat nomor urut 3.

Pasangan Ramli Walid-Irvan Herman diusung Partai Golkar, NasDem, Hanura, dan PKB. Pasangan ini mendapat nomor urut 4.

Ramli Walid adalah pegawai negeri Provinsi Riau yang menjabat Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah. Sementara Irvan Herman merupakan anak mantan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah.

Pasangan berikutnya, Dastrayani Bibra-Said Usman diusung PDI Perjuangan dan PPP. Mereka nomor urut 5.

Dua pasangan lain yang telah mendaftar melalui jalur independen, yakni Syahril-Said Zohrin di nomor urut 1 dan Herman Nazar-Dedi Warman nomor urut 2.

KPU Pekanbaru lewat plenonya mengumumkan petahana memenangi Pilkada 2017 dengan perolehan suara 33,16 persen unggul dari empat paslon lainnya.(mb/okezone)

Related posts