Kapolri Akui Mulai Injak Gas untuk Usut Kasus Asabri

Metrobatam, Jakarta – Menko Polhukam Mahfud MD menyebut soal dugaan korupsi di tubuh PT Asabri akan ditangani Polri. Kapolri Jenderal Idham Azis akhirnya mengumumkan pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki benar-tidaknya informasi yang diterima Mahfud.

“Untuk Asabri, sekarang tim yang saya bentuk, dipimpin langsung oleh Kabareskrim (Irjen Listyo Sigit Prabowo) sedang berjalan,” kata Idham di Auditorium PTIK, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2020).

Bacaan Lainnya

Sebagai aparat penegak hukum yang mengambil alih penyelidikan, Idham mengatakan tim penyidik telah meminta hasil audit BPK terhadap Asabri. Idham menambahkan, Polri akan memulai penyelidikan berdasarkan hasil audit tersebut.

“Kami sudah mengajukan juga permintaan audit melalui BPK. Kami akan menunggu, rekan-rekan (wartawan, red) mohon bersabar. Untuk nanti hasil audit BPK-nya nanti ditindak lanjuti oleh Kabareskrim,” ujar Idham.

Sebelumnya saat ditanyai mengenai Asabri, Polri selalu menjelaskan masih menunggu arahan BPK untuk mengusut dugaan korupsi Asabri. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan Polri juga akan segera membentuk tim yang dipimpin Kabareskrim, jika ditunjuk BPK menangani kasus tersebut.

“Ya tentunya nanti (siapa yang menangani) bisa tanya ke sana (BPK) ya, karena itu ranah mereka BPK, kita kan tunggu dari BPK,” kata Argo kepada wartawan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

Untuk diketahui selain Polri, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto juga telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan korupsi Asabri. Prabowo juga menyebut timnya sudah mulai bekerja.

“Iya, Asabri sudah kita bentuk tim investigasi. Sudah, sudah, sudah (mulai jalan),” kata Prabowo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1).

Meski dicurigai banyak pihak, Direktur Utama PT Asabri Sonny Widjaja menjamin uang nasabahnya aman dan bakal dibayarkan sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati. Asabri meminta semua nasabah tak khawatir.

“Kepada seluruh peserta Asabri, baik Prajurit TNI, anggota Polri, dan seluruh ASN Kemenhan-Polri, saya menjamin bahwa uang kalian (nasabah) yang dikelola di Asabri aman, tidak hilang, dan tidak dikorupsi,” kata Sonny dalam konferensi pers di Kantornya, Cawang, Jakarta, Kamis (16/1).

Ia bahkan secara tegas mengultimatum semua pihak yang berani memberi pernyataan terkait Asabri yang tidak sesuai dengan fakta.

“Hentikan pendapat, pembicaraan yang cenderung tendensius dan menjurus negatif yang mengakibatkan kegaduhan. Jika hal ini terus berlangsung, maka dengan sangat menyesal, saya akan membawanya ke jalur hukum,” pungkas Sonny.

Awalnya dugaan korupsi di PT Asabri diungkapkan Mahfud dengan menyebut nominal uang yang dikorupsi tidak tanggung-tanggung, yaitu mencapai Rp 10 triliun. Bahkan Mahfud menyatakan akan memanggil Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas hal ini. (mb/detik)

Pos terkait