oleh

Siswi SMK Digerayangi Teman-temannya, Nurul Arifin Minta Polisi Serius Tindak Pelaku

Metrobatam, Jakarta – Video seorang siswi SMK digerayangi teman-teman sekolahnya jadi perhatian. Anggota DPR Nurul Arifin meminta polisi menindak tegas pelaku.

“Negara ini harus memberi perhatian terhadap kejahatan dan pelecehan seksual terhadap perempuan. Kejadian seperti siswi SMK Sulut ini jangan terulang lagi. Saya harap polisi dan aparat hukum serius menindak para pelaku. Jika dibiarkan, akan berlanjut kejadian serupa. Jatuhkan hukuman hingga menimbulkan efek jera,” kata Nurul kepada wartawan, Selasa (10/3/2020).

Nurul adalah salah satu anggota DPR yang ikut membahas Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dia mengatakan akan memantau kasus pelecehan terhadap siswi SMK di Sulawesi Utara itu.

“Siswi dan orang tua harus perjuangkan untuk mendapat keadilan. Kita akan pantau terus agar kejadian pelecehan seperti ini tidak mewabah,” kata Nurul.

“Perlindungan terhadap pelajar perempuan harus menjadi perhatian bersama. Sekolah dan orang tua,” imbuh politikus Golkar ini.

Polisi saat ini telah mengamankan lima pelajar SMK yang diduga pelaku penggerayangan. Mereka beralasan insiden itu merupakan candaan selagi kelas kosong.

KPAI sudah memantau kasus ini. KPAI meminta Disdik Sulut memeriksa kepala sekolah dan pelaku diberi hukuman untuk efek jera.

Sementara Polisi telah mengamankan enam pelajar yang diduga menjadi pelaku pelecehan seksual, termasuk korbannya, di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut). Kepada polisi, kelima pelajar mengaku hanya iseng ramai-ramai menggerayangi temannya itu.

“Sedang diperiksa dugaan perlakuan bully kepada salah seorang temannya. Dari hasil pemeriksaan awal yang kami lakukan, kejadian di video tersebut dibuat sebagai bahan candaan atau iseng, tanpa maksud apa pun sambil menunggu guru di kelas,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abaraham Abast kepada detikcom, Selasa (10/3/2020).

Jules menuturkan para pelaku berusia 16-17 tahun. Pagi tadi anggota Polsek Bolaang Mongondow menjemput para pelajar tersebut dari sekolahnya.

“Mereka diamankan di sekolahnya, sekolah menengah di Kabupaten Bolaang Mongondow,” ujar Jules.

Sebelumnya, Jules menuturkan kelima terduga pelaku terdiri atas tiga siswa dan dua siswi dengan inisial RM, FL, NP, PN, dan NR. Sementara korban berinisial RG. (mb/detik)

News Feed