Setelah Beraksi di 4 TKP, Spesialis Jambret Diringkus Polsek Kota Bukittinggi

Metrobatam.com, Bukittinggi – Tim Opsnal Polsek Kota Bukittinggi meringkus pelaku spesialis Jambret yang Beraksi di beberapa lokasi di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara, S.H., S.I.K., M.H melalui Kasat Reskrim  Polres Bukittinggi AKP. Chairul Amri Nasution, S.I.K  membenarkan peristiwa penangkapan spesialis pencurian dengan kekerasan (Jambret) oleh Tim Opsnal Polsek Kota Bukittinggi.

Bacaan Lainnya

“Penangkapan pelaku Jambret tersebut berdasarkan laporan Polisi nomor : LP/K/07/II/2021/Sek Bkt,” ujar AKP Chairul Amri.

Kapolsek Kota Bukittinggi AKP Dedy Adriansyah Putra, S.H. SIK saat dihubungi via telepon mengatakan pelaku JH (35) warga Nagari Balingka, Kabupaten Agam tersebut diamankan pada hari Sabtu (06/02/21) sekira pukul 14.50 WIB di Jorong Galudua Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

“Penangkapan pelaku dipimpin langsung Panit 1 Reskrim Polsek Kota Bukitinggi Iptu Nofrizal, SH bersama anggota, dari tangan pelaku kita sita kendaraan sepeda motor honda Vario Beat warna hitam kombinasi abu-abu BA 3338 LF serta pakaian yang digunakan saat melakukan aksinya,” ujar AKP Dedy Adriansyah Putra.

“Berdasarkan Laporan Polisi yang kami terima pada Kamis (04/02/2021) tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi pada Selasa (15/12/2020)  sekira pukul 15.00 di depan rumah korban di Jalan Anggur Puhun Pintu Kabun, Kota Bukittinggi,” ungkap AKP Dedy Adriansyah Putra.

“Terjadi pada waktu korban akan pulang ke rumah untuk mengambil buku anaknya, tiba tiba datang seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor dan langsung menarik tas korban hingga putus dan korban pun terjatuh, tas tersebut berisikan 1 buah handpone Asus zenphone 5, 1 handpone merk Nokia, dan uang tunai Rp. 600.000,” jelas AKP Dedy Adriansyah Putra.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, selain di Puhun Pintu Kabun, pelaku juga beraksi di kawasan Sanjai Dalam, dekat kantor Pengadilan Luak Anyia serta di Panganak, jadi ada 4 (empat) tempat Kejadian Perkara (TKP) pelaku beraksi melakukan pencurian dengan kekerasan tersebut,” terang AKP Dedy Adriansyah Putra.

“Saat ini masih terus kita dalami pemeriksaan terhadap pelaku apakah masih ada lokasi lainnya pelaku beraksi, untuk jerat hukum yang menanti pelaku adalah 7 tahun penjara sesuai dengan pasal 363 KUH Pidana,” pungkas  AKP Dedy Adriansyah Putra, S.H. SIK.

(Basa/And)

Pos terkait