Wujudkan Pemilu Bersih dan Bermartabat, Bawaslu Natuna Adakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

METROBATAM.COM, NATUNA – Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) Kabupaten Natuna, mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif. Dengan tema ” Menggelorakan Pengawasan Partisipatif Berbasis Kaum Muda Menuju Pemilu Bersih Bermartabat,” acara ini dilaksanakan oleh Bawalsu Kabupaten Natuna pada Kamis (4/8/22) di Aula RM. Sisi Basisir Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bakesbangpol Natuna, Ketua KPU Natuna, Kasat Intel Polres Natuna, Ketua PWI Natuna, Persatuan Jurnalis Natuna, Komunitas Partisipatif Natuna, Komunitas Muda Natuna, Kwarcab Pramuka Natuna, Mahasiswa STAI Natuna, Pelajar SMA N 1 dan SMA 2 Bunguran Timur, Karang Taruna Ranai Kota, Forum Anak Natuna, Natuna Sastra, Pemuda Pancasila Natuna, Palang Merah Remaja, Kompas Benua Natuna dan Jelajah Bahri.

Kegiatan ini dibuka langsung secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Natuna Khairurijal S.IP dihadapan ratusan peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini.

Dalam Sambutannya, Ketua Bawaslu Natuna menyampaikan, pentingnya sosialisasi pengawasan partisipatif ini untuk ikut serta dalam mengawasi Pemilu.

Bacaan Lainnya

Begitu juga untuk rekan-rekan Pers yang punya peran penting dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat melalui sosial media dengan peroduk jurnalistik.

Partisipatif ini sangat penting dari sisi bawah. Mengapa, karena tanpa adanya sisi sumber daya yang ada di bawah, sangat tidak mungkin Bawaslu mampu mengemban Amanah berat ini.

“Mengemban amanah undang-undang pemilu yang tahapannya sangat banyak dan kompleksitas persoalan nya juga sangat-sangat beragam. Oleh karena itu kita berharap peran dari kaum muda ini agar pro aktif dalam perannya, untuk menciptakan pemilu bersih dan bermartabat,” ucap Rijal sapaan akrabnya.

Lanjut Rijal menerangkan, pengawasan partisipatif dari kalangan masyarakat ini, tidak bisa untuk menindak efektivitas, tetapi dapat memberikan laporan bagi para pelaku yang diduga melakukan pelanggaran.

“Karena dari laporan-laporan dari partisipatif itu, bisa menjadi informasi awal, kemudian bisa untuk kita tidak lanjuti jika terbukti melakukan pelanggaran,” jelas Rijal.

Kalau seandainya setiap Kecamatan itu memiliki komunitas pemetaan partisipatif yang besar, kemudian dari kalangan muda selalu aktif memantau proses pelaksanaan Pemilu, menyebarkan lagi virus-virus dalam tanda petik untuk kebaikan.

“Maka harapan kita untuk semua penyelenggaraan tahapan Pemilu, dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan apapun itu kalau pengawasannya kuat, insyaallah akan selalu melekat pada diri penyelenggara, bahwa masyarakat ada yang mengawasi, sehingga ada kehati-hatian bagi penyelenggara, termasuk di tubuh Bawaslu sendiri,” jelasnya.

Ketua komunitas pengawas partisipatif Natuna, Dede Muhammad Ramli mengatakan, partisipatif itu merupakan perpanjangan tangan dari Bawaslu untuk mengawasi berjalannya pemilu.

“Bawaslu membuat sekolah kader partisipatif, Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu. Oleh sebab itu semua elemen masyarakat diperlukan untuk selalu aktif dalam memantau dan ikut serta mengawasi Pemilu, agar lahir pemimpin yang jujur adil dan bermartabat,” ucap Dede sapaan akrabnya. (Rdp)

Pos terkait