Duduk Bersila di Teras Kantor, Wabup Karimun Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dan Pemuda

Duduk Bersila di Teras Kantor, Wabup Karimun Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dan Pemuda

METROBATAM.COM, KARIMUN – Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, memilih duduk bersila di teras Kantor Bupati Karimun saat menerima aksi unjuk rasa dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Karimun, Jumat (27/3/2026).

Didampingi Sekretaris Daerah, kepala OPD, serta jajaran Polres Karimun, Rocky tampak santai dan terbuka dalam menyimak berbagai tuntutan yang disampaikan massa aksi.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Raja Pradigjaya, menyampaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian, di antaranya transparansi program beasiswa, pengawasan aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan, kebutuhan pelatihan ketenagakerjaan, hingga keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di wilayah luar Pulau Karimun.

“Kami meminta keterbukaan informasi terkait beasiswa karena selama ini sulit diakses oleh mahasiswa. Selain itu, kami juga mendorong pemerintah agar lebih serius mengawasi kegiatan pertambangan yang berdampak pada kerusakan ekosistem,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah luar Pulau Karimun, termasuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan kesehatan.

Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta menyediakan program pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat.

Usai menyampaikan aspirasi, massa aksi menyerahkan surat tuntutan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sebagai bentuk komitmen bersama.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole menyatakan pihaknya terbuka dan menerima setiap masukan dari masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa.

Aksi unjuk rasa dari Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Karimun

“Kami menyambut baik setiap aspirasi yang disampaikan. Bahkan kami sempat menawarkan ruang diskusi di dalam, namun rekan-rekan memilih duduk di teras, sehingga kami pun mengikuti,” ungkapnya.

Terkait program beasiswa, Rocky menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan bantuan pendidikan bagi 283 mahasiswa kurang mampu dan berprestasi.

Ia juga memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan melalui sistem daring.

“Program beasiswa sudah tersedia melalui platform resmi dan dapat diakses secara terbuka. Kami pastikan tidak ada praktik orang dalam, semua berjalan sesuai mekanisme,” tegasnya.

Mengenai berbagai persoalan lain yang disampaikan, Rocky mengakui bahwa pemerintah daerah tengah berupaya menyelesaikannya secara bertahap.

“Sejak kami mulai menjabat, kondisi yang dihadapi bukan dari nol, bahkan bisa dikatakan minus. Namun berbagai persoalan tersebut sudah kami petakan dan akan kami selesaikan secara bertahap,” pungkasnya. (Af)

Pos terkait