‎Anak Kopral Jadi Perwira: Jejak Langkah Dansatpom Baru Lanud Hang Nadim dan Hangatnya Sinergi Media di Batam

Keterangan gambar: Dansatpom Lanud Hang Nadim Baru, Kapten POM Yose Rizal (kiri), saat memperkenalkan diri di depan awak media dalam agenda pertemuan dan silaturahmi di Mako Satpom Lanud Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026). /Ilh4m/MetroBatam

‎METROBATAM.COM, BATAM – Suasana hangat menyelimuti ruang pertemuan di Markas Komando (Mako) Satuan Polisi Militer (Satpom) Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim, Batam, pada Selasa (11/8/2026) siang. Di balik deru mesin pesawat yang kerap membelah langit perbatasan Kepulauan Riau (Kepri), jajaran perwira Lanud Hang Nadim duduk berdampingan dengan belasan insan pers.
‎
‎Tidak ada batas formalitas yang kaku, yang mengalir siang itu adalah semangat keterbukaan, narasi perjuangan hidup, dan ikhtiar bersama menjaga keharmonisan informasi di ujung barat Indonesia.
‎
‎Agenda silaturahmi ini digelar khusus untuk memperkenalkan seorang pejabat baru yang kini memperkuat benteng pertahanan udara Lanud Hang Nadim: Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Kapten POM Yose Rizal.
‎
‎Jejak Langkah Anak Kopral: Mitos Perwira yang Dipatahkan
‎
‎Salah satu momen paling berkesan dalam pertemuan tersebut tercipta ketika Kapten POM Yose Rizal membagikan kisah personalnya. Sebelum mengemban amanah di Batam menggantikan Kapten POM Fascal Ganu Rinto yang kini bertugas di Yogyakarta sebagai Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pemeriksaan dan Penyidikan (Riksa Idik) Satpom Lanud Adisutjipto, Yose merupakan perwira di Satpom Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau.

‎Di hadapan para wartawan, ia tidak segan membuka rekam jejak kehidupannya yang bersahaja. Yose lahir dan tumbuh dari keluarga prajurit tingkat bawah ayahnya adalah seorang Tamtama TNI berpangkat Kopral.
‎
“‎Banyak stigma di luar sana bahwa menjadi perwira TNI butuh biaya besar atau hanya untuk kalangan tertentu. Saya adalah bukti hidup bahwa anak seorang Kopral pun bisa berdiri di sini sebagai perwira. Pendaftaran TNI AU, baik Akabri maupun jalur lainnya, sepenuhnya gratis tanpa dipungut biaya sedikit pun,” ujar Kapten POM Yose Rizal diiringi senyum hangat.
‎
‎Penjelasan tersebut bukan sekadar cerita nostalgia, melainkan dorongan motivasi bagi pemuda-pemudi Kepulauan Riau khususnya di Kota Batam yang bermimpi mengabdi pada negara. Yose menegaskan bahwa, untuk wilayah Kepri, proses pendaftaran dipusatkan di Tanjungpinang dengan seleksi yang transparan dan akuntabel.
‎
‎Membangun Harmonisme Lapangan: Konfirmasi di Atas Kecepatan
‎
‎Selain membawa misi edukasi publik, silaturahmi ini menekankan pentingnya sinergi kerja antara penegak hukum militer dan pekerja media. Sebagai aparat penegak disiplin di lingkungan TNI AU, Yose berharap komunikasi yang terbangun sejak awal dapat meminimalkan potensi miskomunikasi di lapangan antara prajurit TNI AU dan wartawan.
‎
‎Hal senada ditegaskan oleh Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Hang Nadim, Letnan Satu (Lettu) Dinas Khusus Sus Sefri Nurdiansyah. Pria yang telah mengemban amanah sebagai Kapen sejak Januari 2023 ini menekankan pentingnya asas kehati-hatian (check and recheck) dalam kerja jurnalistik, khususnya yang menyangkut isu-isu pertahanan.
‎
“Pintu Penerangan Lanud Hang Nadim selalu terbuka untuk konfirmasi. Kami ingin memastikan informasi yang sampai ke masyarakat akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan persepsi miring. Ke depan, kami merancang agenda ‘Coffee Morning’ secara berkala agar ruang diskusi ini terus terjalin,” tutur Sefri.
‎
‎Dukungan Pers dan Sinergi Berkelanjutan
‎
‎Mewakili insan pers yang hadir, Nov Iwandra selaku Ketua Bidang Komunikasi dan Kerja Sama TNI-Polri Persatuan Wartawan Indonesian (PWI) Kepri menyambut hangat keterbukaan jajaran Lanud Hang Nadim.

Menurutnya, pers dan TNI memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam menjaga kondusivitas daerah, khususnya Batam sebagai kawasan vital nasional.
‎
‎Pertemuan yang turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Komandan Lanud/Kadisops (Kepala Dinas Operasi) Kapten Yudi Marpaung, Kepala Dinas Personel (Kadispers) Kapten Akbar, serta Kepala Intelijen (Kaintel) Kapten Reza tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk menjaga komitmen profesionalisme: TNI AU menjaga kedaulatan wilayah udara, insan pers menyampaikan kebenaran bagi publik. (Ilh4m)

Bacaan Lainnya

Pos terkait