Gedung Perpustakaan Umum Bukittinggi Jadi Saksi Sejarah Lomba Puisi Pelajar SD dan SMP se-Kota Bukittinggi dan Agam

BUKITTINGGI, METROBATAM.COM — Gedung Perpustakaan Umum Kota Bukittinggi akan menjadi saksi sejarah terselenggaranya event perdana Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan SMP se-Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam yang digagas oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi.

Kegiatan ini menjadi langkah awal SMSI Kota Bukittinggi dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda, khususnya pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang seni, sastra, serta kemampuan berkomunikasi di depan publik.

Gedung Perpustakaan Umum Kota Bukittinggi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki nilai strategis sebagai pusat literasi dan pengembangan pengetahuan masyarakat.

Perpaduan antara perpustakaan dan kegiatan lomba puisi diharapkan mampu melahirkan semangat baru dalam meningkatkan budaya membaca sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sastra.

Bacaan Lainnya

Ketua SMSI Kota Bukittinggi, Roni Novendra, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi yang menghimpun para pemilik dan pengelola media siber untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan positif yang menyentuh langsung generasi muda.

Menurutnya, media tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mendorong lahirnya generasi yang kreatif, inovatif, percaya diri dan memiliki wawasan luas.

“SMSI Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan positif bagi generasi muda. Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, bakat dan keberanian mereka,” ujar Roni.

Ia menambahkan, lomba baca puisi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk mencari juara, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antarpelajar, guru, sekolah dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pengalaman berharga dalam menampilkan kemampuan, mengolah ekspresi, memahami makna sebuah karya sastra serta membangun kepercayaan diri.

“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak kita mendapatkan pengalaman, berani tampil dan terus mengembangkan potensi yang mereka miliki,” tambahnya.

Roni berharap event perdana SMSI Kota Bukittinggi ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan semakin berkembang pada masa mendatang. Tidak menutup kemungkinan, kegiatan serupa akan dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan peserta dari berbagai daerah.

SMSI Kota Bukittinggi juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, komunitas literasi hingga masyarakat, untuk bersama-sama memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dapat membangun karakter dan kreativitas generasi muda.

Dengan digelarnya lomba baca puisi di Gedung Perpustakaan Umum Kota Bukittinggi, SMSI berharap tempat tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk membaca dan mencari ilmu, tetapi juga menjadi ruang lahirnya kreativitas, prestasi dan kenangan berharga bagi generasi muda Bukittinggi dan Agam.

Event perdana ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang dalam membangun ekosistem literasi dan kreativitas pelajar, sekaligus membuktikan bahwa insan media juga memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

(Basa)

Pos terkait