BATAM, METROBATAM.COM – Prestasi Kontingen Kota Batam pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet, pelatih dan manajer, Pemko Batam menyiapkan dana pembinaan sekaligus bonus sebesar Rp823 juta.
Apresiasi tersebut diserahkan dalam Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam yang berlangsung di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Sabtu (29/8/2026) malam.
Sekitar 850 tamu undangan hadir dalam kegiatan tersebut. Wali Kota Batam Amsakar Achmad turut hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, jajaran Forkopimda, serta kepala OPD di lingkungan Pemko Batam.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota kontingen yang telah berjuang membawa nama Kota Batam pada ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Kepri tersebut.
Batam berhasil mengakhiri Popda X Kepri sebagai runner-up. Meski belum kembali menjadi juara umum, Amsakar meminta seluruh pihak tetap menghargai hasil yang telah dicapai dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kota Batam menempati posisi runner-up pada Popda X Kepri kali ini. Meski kita unggul dari segi jumlah sekolah, kelengkapan fasilitas, hingga kuantitas atlet, kita harus tetap sportif menerima hasil ini,” ujar Amsakar.
Target Kembali Juara Umum
Amsakar menilai hasil Popda X Kepri harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pembinaan atlet pelajar di Batam.
Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Disdik), serta Sekretaris Daerah Kota Batam segera melakukan evaluasi taktis terhadap cabang olahraga yang dinilai masih membutuhkan penguatan.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan strategi pembinaan yang lebih efektif sehingga Batam mampu kembali merebut gelar juara umum pada Popda mendatang.
Pasalnya, sebelum menjadi runner-up pada Popda X Kepri, Batam tercatat berhasil mempertahankan gelar juara umum selama delapan tahun berturut-turut.
Menurut Amsakar, pembinaan olahraga pelajar merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Prestasi atlet tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan kemajuan sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyinggung sejumlah capaian Batam di bidang lain, termasuk keberhasilan meraih juara secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir pada ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam pada 2025 disebut mencapai 83,8, sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri.
Amsakar menyebut berbagai capaian tersebut menunjukkan pembangunan Batam terus bergerak melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Batam Koleksi 94 Medali
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam, Heriman, melaporkan Kontingen Batam pada Popda X Kepri diperkuat 231 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 171 atlet, 18 pelatih, 10 manajer/ofisial cabang olahraga, serta 14 ofisial kota.
Kontingen Batam mengikuti pertandingan pada 10 cabang olahraga yang digelar di Tanjung Balai Karimun pada 2–18 Juli 2026.
Dari seluruh pertandingan tersebut, Batam berhasil mengumpulkan 94 medali, dengan rincian 23 emas, 34 perak dan 37 perunggu.
Perolehan medali emas Batam didominasi pencak silat dengan enam emas, disusul renang lima emas, bulu tangkis empat emas, atletik tiga emas, tenis lapangan dua emas, serta bola basket dan bola voli masing-masing menyumbangkan satu emas.
Untuk medali perak, cabang renang menjadi penyumbang terbanyak dengan 11 medali. Kemudian pencak silat tujuh medali, atletik enam, bulu tangkis empat, tenis lapangan tiga, serta sepak takraw, bola voli dan tenis meja masing-masing satu medali.
Sementara itu, 37 medali perunggu diperoleh dari renang sebanyak 13 medali, atletik sembilan, pencak silat tujuh, tenis lapangan empat, tenis meja tiga dan sepak takraw satu medali.
Bonus Berdasarkan Medali
Sebagai bentuk penghargaan, Pemko Batam mengalokasikan total Rp823 juta untuk pembinaan dan bonus para kontingen berprestasi.
Untuk peraih medali emas, bonus ditetapkan sebesar Rp5 juta untuk kategori perorangan, Rp2,5 juta untuk ganda, dan Rp1,5 juta untuk beregu.
Peraih medali perak mendapatkan Rp3 juta untuk perorangan, Rp1,5 juta untuk ganda, dan Rp1 juta untuk beregu.
Sedangkan peraih medali perunggu memperoleh Rp2 juta untuk perorangan, Rp1 juta untuk ganda, dan Rp750 ribu untuk beregu.
Amsakar berharap apresiasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga menjadi motivasi bagi para atlet muda Batam untuk terus meningkatkan kemampuan.
Ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong pembinaan olahraga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga suasana pembangunan Batam tetap kondusif dan menghindari narasi yang dapat memicu perpecahan.
“Mari kita hentikan narasi kontraproduktif, rasa saling curiga, dan komentar spekulatif tanpa pemahaman komprehensif. Mari bergandengan tangan demi menjaga iklim pembangunan Batam yang makin kondusif,” imbaunya.














