Sentuhan Kemanusiaan di Balik Latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Kebun Nyiur Lingga

Keterangan gambar: Penyerahan bantuan sosial paket sembako kepada masyarakat Kampung Kebun Nyiur, Dabo Singkep, Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). /arsip Dispen Kodaeral IV

METROBATAM.COM, LINGGA – Di balik ketatnya disiplin Latihan Operasi TNI Terintegrasi Tahun Anggaran (TA) 2026, jajaran Tentara Nasional Indonesia menegaskan komitmennya bahwa kehadiran prajurit di lapangan tidak semata-mata bersiap menghadapi dinamika pertahanan semata. Lebih dari itu, TNI membuktikan perannya sebagai pengayom masyarakat melalui aksi nyata pelayanan kemanusiaan.

Hal tersebut tercermin nyata dalam aksi Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan yang digelar secara terpadu di Kampung Kebun Nyiur, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), pada Rabu (5/8/2026).

Sejak pagi hari, antusiasme warga membuncah di lokasi kegiatan. Ratusan masyarakat lokal dari berbagai kelompok usia memadati posko pelayanan medis untuk mendapatkan fasilitas pengobatan cuma-cuma.

Layanan medis yang disiagakan sangat beragam, mencakup pemeriksaan umum, penanganan kesehatan ibu hamil, penyediaan vitamin hingga pemeriksaan diagnostik seperti laboratorium darah (gula darah, asam urat, kolesterol) dan pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Bacaan Lainnya

Pentingnya agenda ini ditunjukkan dengan hadirnya sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah. Di antaranya Asisten Teritorial (Kaster) Panglima TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi, pejabat utama Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, Kepala Balai Pengobatan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lingga.

Selain penanganan kesehatan, TNI juga menyalurkan sebanyak 636 paket sembako guna membantu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga masyarakat pesisir di wilayah Lingga.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IV, Kolonel Laut (KH) Ign. M. Pundjung T., S.Sos., M.Sc., menegaskan bahwa, kegiatan kemanusiaan ini dirancang sejajar dengan sasaran operasi militer.

“Melalui kegiatan tersebut, TNI berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperkuat semangat gotong-royong, serta menumbuhkan rasa kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendukung terwujudnya ketahanan wilayah yang kuat sebagai bagian dari pertahanan negara,” ujar Kolonel Pundjung dalam keterangan resminya, Kamis (6/8/2026).

Aksi manunggal ini menjadi pengingat bahwa pertahanan negara yang kokoh tidak hanya dibangun dari kekuatan alutsista, melainkan dari kemitraan yang harmonis dan solid antara TNI dan seluruh lapisan rakyat di benteng terdepan Nusantara. (Ilh4m)

Pos terkait