Merawat Kebinekaan di Mangsang: Polda Kepri dan Pawadem Gelar Doa Bersama untuk Batam

Keterangan gambar: Silaturahmi dan doa bersama yang digelar Polda Kepri bersama Pawadem Batam di Gedung Mangsang Creative Center, Mangsang, Sungai Beduk, Batam, Kamis (29/10/2026). /1st

BATAM, METROBATAM.COM  – Menjaga kondusivitas dan keamanan Kota Batam memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Semangat kolaborasi tersebut mengemuka dalam silaturahmi dan doa bersama yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) bersama Paguyuban Warga Demak (Pawadem) Batam, Kamis (29/10/2026) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Mangsang Creative Center, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk ini menjadi ruang strategis untuk mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus memperkokoh kemitraan masyarakat dengan pihak kepolisian dalam memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Selain doa bersama dan ceramah keagamaan, agenda tersebut diwarnai aksi sosial berupa penyaluran paket sembilan bahan pokok (sembako) dari Polda Kepri kepada warga Demak serta masyarakat berpenghasilan rendah di lingkungan sekitar.

Ketua Umum Pawadem Batam, Mahmud Arif, mengapresiasi inisiatif Polda Kepri yang merangkul komunitas perantau dalam merawat keharmonisan sosial di tengah keberagaman Kota Batam.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah Polda Kepri. Warga Demak di Batam selama ini konsisten menjaga komunikasi dan persaudaraan. Kami komit untuk terus menjaga kondusivitas demi terwujudnya Batam yang aman dan damai,” ujar Mahmud.

Mahmud mengungkapkan, berdasarkan data organisasi, populasi warga asal Demak di Kota Batam saat ini diperkirakan mencapai 600 orang. Paguyuban secara berkesinambungan terus membangun kekompakan internal dan keharmonisan dengan suku maupun etnis lainnya.

Mengenai bantuan sembako yang disalurkan, Mahmud menilai aksi peduli ini sangat membantu dalam meringankan beban ekonomi warga yang membutuhkan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Kami berharap kepedulian sosial seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat semangat gotong-royong di Batam,” tuturnya.

Dukungan senada diutarakan Ketua RT 03 Mangsang, Eko Prayitno. Ia menyebut pendekatan humanis kepolisian melalui kegiatan keagamaan dan sosial memiliki dampak langsung pada stabilitas lingkungan.

Eko membeberkan, sekitar 60 persen penduduk di wilayah RW 03 Mangsang merupakan perantau asal Demak. Kondisi demografis ini menjadikan hubungan harmonis dan komunikasi yang cair antarwarga sebagai kunci utama ketenteraman lingkungan.

“Ini langkah yang sangat positif. Kami berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat ini tidak berhenti di sini, tetapi rutin dilaksanakan dan direplikasi di kawasan lain di Batam,” kata Eko.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, Polda Kepri dan Pawadem menegaskan bahwa keamanan kota tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum secara formal, tetapi juga dipelihara lewat dialog, kepedulian sosial, dan penguatan persaudaraan di tingkat akar rumput. (Ilh4m)

Pos terkait