oleh

Ratusan Napi Ngamuk,  Lapas Banceuy Dibakar

Metrobatam.com, Bandung – Ratusan narapidana mengamuk dan membakar Lapas Banceuy serta sejumlah kendaraan. Akibat peristiwa ini, lima orang petugas lapas diperiksa polisi.

Dari informasi yang dihimpun, Sabtu (23/4), ada 5 orang petugas Lapas Banceuy yang dimintai keterangannya oleh polisi. Masing-masing Gugum, Agus, Lingga dan Riska. Sementara satu lagi yaitu Kepala Pengamanan Lapas Banceuy Kristo.

Selain lima5 petugas lapas ini, polisi juga memeriksa 7 orang napi Lapas Banceuy. Mereka diduga menjadi provokator dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Sabtu pagi ini.

“Mereka semua (napi diduga provokator dan petugas) menjalani pemeriksaan di Polrestabes Bandung,” ujar Dir Reskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Iman Raharjanto.

Belum diperoleh keterangan mendalam apakah pemeriksaan para petugas Lapas Banceuy tersebut berkaitan dengan kematian salah satu napi yang disebut pihak lapas tewas bunuh diri di sel isolasi. Namun Iman mengungkapkan materi pemeriksan sipir dan napi diduga provokator itu masih seputar peristiwa kerusuhan serta kebakaran di Lapas Banceuy.

Diduga, penyebab narapidana murka serta rusuh berujung pembakaran gedung di Lapas Banceuy ini dipicu oleh  kematian salah satu napi di penjara tersebut. Penghuni sel berprasangka seorang rekannya itu tewas tidak wajar.

“Dibunuh..dibunuh,” teriak para napi yang tengah dikumpulkan petugas di salah satu blok Lapas Banceuy, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Kalapas Banceuy Agus Irianto tak membantah informasi seorang napi yang tewas di sel tahanan. Namun kabar kematian napi bernama Undang Kosim (54) itu menjadi liar ke telinga ratusan napi.

“Mereka (napi yang melakukan penyerangan) mengira napi yang meninggal itu disiksa. Padahal meninggalnya karena gantung diri,” ujar Agus di lokasi kejadian.

Agus menduga para warga binaan yang menghuni Lapas Banceuy terprovokasi dengan info tersebut. Bahkan, patut disinyalir, Agus menuding sejumlah napi yang memprovokasi napi lainnya sehingga kerusuhan pecah.

“Sepertinya ada yang melakukan provokasi berkaitan meninggal salah satu napi,” kata Agus.

Gantung Diri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Undang tak bernyawa di salah satu ruang sel khusus,  Sabtu dini hari (23/4), sekitar pukul 00.15 WIB. Petugas Lapas Banceuy menemukan Undang sudah posisi gantung diri menggunakan tali. Tali itu diikatkan ke bagian pintu sel besi ruang tahanan.

Undang divonis sempat tahun bui oleh Pengadilan Negeri Bandung. Napi kasus narkotik tersebut sudah menjalani masa tahanan selama tiga tahun. Sebelum tewas, Undang merupakan salah satu napi yang sudah menjalankan masa asimilasi sekitar empat bulan.

Pada Jumat kemarin (22/4), sekitar pukul 11.00 WIB, Undang mendapat giliran membersihkan halaman luar Lapas Banceuy. Namun selagi bersih-bersih, Undang diduga menerima barang mencurigakan dari seseorang tak dikenal menggunakan sepeda motor yang gerak-geriknya terlihat sipir yang berjaga di atas menara.

“Petugas di pos itu memberitahu petugas lainnya. Lalu petugas mengejar. Setelah di luar, orang pakai motor itu sudah enggak ada. Sementara dia Undang bersembunyi di kamar mandi luar. Setelah diperiksa, barang yang terlihat petugas berupa kantong hitam itu enggak ada,” ujar Agus.

Selepas salat Jumat, sipir menggeledah blok tempat Undang menghuni di Blok B nomor 3. Sedikitnya tujuh napi yang menempati Blok B dites urine. “Ada satu napi positif. Dia (Undang) hasilnya negatif. Kemudian malam harinya, kedua orang itu masuk sel isolasi. Nah, waktu kami kontrol, dia sudah gantung diri,” ucap Agus.

Pihal Lapas Banceuy lalu menghubungi aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait kematian Undang. “Kami tidak berani menurunkan dia yang posisinya gantung diri. Jadi kami menunggu polisi,” tutur Agus.(mb/detik.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed