Metrobatam.com, Kuala Lumpur – Pihak berwenang Malaysia akhirnya meminta bantuan kepada petugas kepolisian Inggris untuk melakukan penyelidikan terkait pelaku paedofil bernama Richard Huckle. Ia dituduh melakukan pemerkosaan terhadap hampir 200 anak miskin di Malaysia yang masih di bawah umur.
Selain meminta bantuan rekan kepolisian di Inggris, polisi Malaysia telah menyiapkan nomor telefon khusus agar masyarakat dapat melaporkan informasi terkait pelaku paedofil tersebut. Karena, petugas kepolisian di Malaysia belum dapat memastikan jumlah korban paedofil.
“Para korban belum sepenuhnya teridentifikasi dan Badan Kriminal London (NCA) diberitahukan terkait insiden itu hanya baru satu bulan yang lalu. Karena itu, tidak ada informasi yang dapat diberikan karena kasus ini masih diadili,” ujar seorang perwira senior di kepolisian Seksual, Perempuan dan Anak Divisi investigasi, Ong Chin Lan, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (3/6).
Menurut kelompok perlindungan hak anak di Malaysia, kejahatan Huckle ini adalah sebagian kecil dari kasus pelanggaran seksual terhadap anak yang baru terungkap. Mereka menduga masih banyak korban lainnya dan tidak berani melaporkan kejadian tersebut. Karena itu, Pemerintah Malaysia pengaduan khusus terkait kasus pelanggaran seksual.
Terkait kejadian ini, Pemerintah Inggris telah menemukan lebih dari 20.000 gambar tidak bugil anak-anak yang diambil dari komputer dan kamera Huckle. Mereka bahkan menemukan 60 halaman panduan melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak dan metode terhindar dari pendeteksian.(mb/okezone)














