Metrobatam.com, Tanjungpinang – Ashrul Falah alias Rio (20) ditemukan sudah tak bernyawa di belakang bekas gedung asrama mahasiswa Lingga komplek Bintan Center Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang, Minggu (14/8/2016).
Rio ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan. Menurut keterangan diperoleh dilokasi kejadian menyebutkan ditubuh korban ada luka memar dan lecet pada bagian dada, dagu dan ketiak kiri.
Jenazah Rio dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri dan dibaringkan di kamar mayat RS tersebut.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tanjungpinang Timur, Ajun Komisarin Polisi (AKP) Effendi Ali membenarkan bahwa ada pria yang ditemukan tewas di wilayah Bintan Center.
Namun Kaporles belum bisa mengomentari banyak hal tentang kematian pria ini.
“Jenazahnya masih di kamar mayat RSUP Kepri. Kami masih mendalami kasusnya,” ungkap Effendi.
Kematian Ashrul alias Rio (20) membuat kerabat dan kenalannya berkabung. Mereka datang ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri pada Minggu (14/8/2016) sore untuk menyatakan rasa belasungkawanya.
Di depan kamar mayat RSUP Kepri terlihat beberapa pria dan wanita duduk membisu.
Mereka menunjukkan ekspresi murung dan berkabung. Tak ada seorang pun yang berani menceritakan tentang kematian Rio ini.
Dari informasi yang diperoleh di sekitar kamar mayat RSUP Kepri, diketahui bahwa Rio merupakan putra Usman Taufik, mantan calon bupati (Cabub) Lingga. Usman juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kakan Satpol PP) Provinsi Kepri.
Namun, Usman tidak terlihat berada di sekitar RSUP Kepri pada Minggu sore. Istrinya pun belum tampak datang melihat jenazah putranya tersebut. Dari percakapan antara seorang kerabat korban dengan keluarga korban di Lingga, terdengar bahwa ibunda korban sedang berada dalam perjalanan dari Lingga ke Tanjungpinang. (mb/edj/tribunnews)














