Roro Tujuan Kuala Tungkal-Lingga-Batam Uji Coba Akhir Oktober

Ilustrasi

Metrobatam.com, Lingga – KMP Sembilang direncanakan melakukan uji coba rute penyebrangan Roll on Roll Off (Roro) Kuala Tungkal-Lingga-Batam pada akhir bulan Oktober mendatang.

“Informasi terakhir yang kami dapat dari Kabid Darat Provinsi dan pihak ASDP, akhir bulan ini akan diadakan ujicoba sandar di pelabuhan Roro baru Kuala Tungkal,” kata Rahadi, Kepala Bidang Darat Dishubkominfo Lingga, Minggu.

Bacaan Lainnya

Jika uji coba sandar KMP Sembilang di pelabuhan Roro Kuala Tungkal tidak mengalami kendala, dia memperkirakan, pemerintah akan secepatnya mengaktifkan rute tersebut.

“Paling lambat awal November sudah akan diaktifkan. Kebijakan ini berada di level kementrian. Jadi SK rutenya juga dikeluarkan oleh Kementrian,” ungkapnya.

Sejauh ini, Lingga sebagai salah satu daerah transit dalam rencana rute pelayaran itu, telah mempersiapkan berbagai sarana prasarana penunjang.

“Kami sudah sangat siap. Pemerintah Jambi juga sedang mempersiapkan sarana penunjangnya,” tuturnya.

Terkait kapal perintis yang akan melayani rute ini, dikatakan Rahadi, juga sedang dipersiapkan oleh pihak ASDP sebagai pemenang lelangnya.

“Pihak ASDP tentu mempersiapkan kapalnya. Yang jelas bukan KMP Sembilang. Karena jam pelayaran kapal itu sudah cukup padat,” terangnya.

Dengan aktifnya rute Roro Jambi-Lingga-Batam tersebut, menurut Rahadi, akan memberikan dampak cukup besar bagi daerah.

“Tentunya biaya transportasi ke sumatera semakin murah. Arus orang dan barang baik dari Jambi maupun Batam akan semakin mudah. Ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat Lingga kedepan,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, dampak negatif dari hal tersebut juga tidak boleh di kesampingkan, diantaranya tingkat kriminal akan semakin bertambah, keragaman budaya akan semakin banyak, dan dampak sosial lainnya yang akan timbul ditengah masyarakat Kabupaten Lingga.

Untuk itu, dia berharap, dinas dan instansi vertikal terkait, turut menyadari kemungkinan-kemungkinan tersebut, sehingga dapat mempersiapkan solusi penanganannya.

“Nanti akan kami usulkan untuk mendudukkan hal tersebut di dalam diskusi bersama semua stackholder,” tutupnya.

Mb/Antara

Pos terkait