Ajip Rosidi dan Nani Wijaya ‘Nyambung’ karena Sama-sama Sunda

Metrobatam, Jakarta – Aktris senior Nani Widjaja tak lagi akan sendiri di masa tuanya. Dia segera dipersunting sastrawan Ajip Rosidi pada bulan April ini. Tidak pasti kapan pernikahan digelar.

Namun yang pasti, itu akan dilaksanakan di kota kelahiran Nani di Cirebon, Jawa Barat. Ajip dan Nani sudah saling mengenal sejak lama. Sang sastrawan merupakan kawan baik mantan suami Nani, sutradara Misbach Yusa Biran. Dahulu mereka saling mengunjungi.

Bacaan Lainnya

Misbach meninggal pada 2012. Meski begitu, Nani tetap eksis sebagai selebriti. Ia main di banyak film dan sinetron, yang terkenal seperti Bajaj Bajuri dan Tukang Bubur Naik Haji.

Ajip dan Nani baru bertemu kembali akhir 2016 lalu. Saat itu, istri Ajip juga sudah meninggal pada 2014. Keduanya kembali berkawan akrab dan menemukan kecocokan.

Apalagi, mereka sama-sama orang Sunda. Kalau Nani berasal dari Cirebon, kampung halaman Ajip di Majalengka. Alasan itulah yang membuat Ajip memutuskan meminang Nani.

“Sama-sama merasa cocok. Ada kesesuaian paham, entah itu namanya cinta atau apa pun. Ya karena sama-sama dari Sunda, sama latar budayanya,” kata Ajip bercerita kepada CNNIndonesia.com, saat dihubungi melalui telepon pada Selasa (4/4).

Ajip kini sudah berusia 79 tahun. Nani sendiri lebih muda, tahun ini 73 tahun. Tapi mereka sama-sama membutuhkan teman hidup di masa tua. Ajip pun mengemukakan ide menikah.

“Saya merasa sendiri sejak dua tahun istri saya meninggal. Saya menikah karena butuh hidup bersama untuk sehari-hari. Seperti kadang-kadang butuh teman untuk mengobrol,” tuturnya.

Tidak ada tujuan lain saat membina rumah tangga nanti. Toh, keduanya sudah sama-sama tak bisa punya anak karena usia. Kata Ajip, ia hanya akan banyak menghabiskan waktu bersama.

Ia bahkan merencanakan liburan bersama. Tapi Ajip enggan bercerita lebih lanjut soal itu. “Nanti saja setelah menikah dipikirkan,” ujar Ajip.

Sementara Nani banyak di depan kamera, pekerjaan Ajip lebih sering mengharuskannya di belakang meja. Ajip adalah sastrawan yang sudah produktif menulis sejak usia belasan.

Cerita pendek pertamanya diterbitkan di Indonesia Raya. Saat itu ia masih 12 tahun. Ketika menginjak usia 15 tahun, beberapa karyanya pun diterbitkan dengan bayaran Rp25-Rp125.

Ajip pun makin menggebu menulis. Ia bahkan sudah berani menerbitkan kumpulan cerita pendek saat usianya 17 tahun. Judulnya Tahun-tahun Kematian. Ia lalu memutuskan keluar sekolah. Tujuannya, agar bisa fokus menulis. Semangat itu membawanya pada kesuksesan.

Buku-buku Ajip termasuk Anak Tanahair, Sebuah Rumah buat Haritua, dan Pertemuan Kembali. Ia juga menciptakan banyak puisi dalam bahasa Indonesia maupun Sunda, bahkan menulis ulang cerita rakyat seperti Lutung Kasarung, Roro Mendut, Sang Kuriang, dan lain sebagainya.

Ajip menegaskan, tidak akan ada kaitan pernikahan keduanyanya dengan produktivitas. Ia tetap akan menulis, sebagaimana Nani akan terus tampil di depan kamera untuk berakting. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait