Aniaya Tahanan hingga Tewas, Propam Polda Riau Nyatakan 8 Anggota Polisi Bersalah

Metrobatam, Pekanbaru – Pihak Propam Polda Riau menetapkan sebanyak 8 anggota polisi sebagai melakukan pelanggaran karena melakukan penganiayaan terhadap Andri Fahmi (20), yang merupakan tahanan Polres Kampar. Delapan personel korps bhayangkara ini diduga menjadi pelaku kekerasan terhadap seorang tahanan yang menyebabkan korban tewas.

Delapan personel itu merupakan tim buser Polres Kampar, Riau. Selain itu, tim Propam juga sedang mendalami keterlibatan Kasat Reskrim Polres Kampar yang merupakan orang diduga mengetahui kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

“Banyak anggota yang kita periksa dalam kasus ini. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, kita tetapkan delapan personel melakukan pelanggaran,” ujar Kabid Propam Polda Riau Kombes Pitoyo Agung Yuwono Selasa (8/8).

Menurut mantan Kapolres Rokan Hulu ini, bahwa dalam penanganan kasus, anggota polisi tidak boleh melakukan tindak pidana penganiayaan terlebih menyebabkan korbannya meninggal dunia. Sebagai anggota polisi harus bekerja sesuai prosedur. “Tidak boleh melakukan tindak kekerasan, itu tidak dibenarkan,” tegasnya.

Kepada delapan personil Polri, sanksi yang akan diberikan berupa demosi dan penurunan gaji dan tunjangan jabatan. “Demosi bisa dimutasi, penurunan pangkat, penundaan pangkat dan jabatan. Jadi tergantung tingkat kesalahan masing masing,”ujarnya.

Apakah kasus penganiayaan yang menyebabkan tahanan Polres Kampar akan disidik ke ranah pidana, Pitoyo tidak bisa memastikannya. “Kalau penanganan pidana itu ranahnya Reskrim, kita hanya menangani kasus kode etik saja,” tukasnya.

Mengenai keterlibatan Kasat Reskrim Polres Kampar, Propam Polda Riau masih melakukan pendalaman dan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.(mb/okezone)

Pos terkait