Terkait Kebakaran di Terminal Kargo Hang Nadim Terulang Lagi, Ini Kata Anggota Komisi I DPRD Batam

Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api di beberapa ruangan Kantor Logistik Bandara Hang Nadim, Kota Batam. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Metrobatam.com, Batam – Anggota DPRD Kota Batam Komisi I, Tumbur Sihaloho menilai sistem keselamatan (safety) dan kenyamanan yang diterapkan Otoritas Bandara Internasional Hang Nadim Batam lemah.

Ini karena seringnya terjadi kebakaran di Terminal Kargo bandara tersebut. Peristiwa ini tidak hanya mengancam keselamatan penumpang, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan bandara.

“Sebenarnya yang menjadi permasalahan pada Bandara Hang Nadim Batam ini adalah kurangnya safety dari pihak pengelola dan ini harus diperbaiki,” kata Tumbur yang ditemui di gedung DPRD Kota Batam, Rabu (2/8).

Tumbur mengungkapkan hal itu menyikapi terbakarnya empat ruangan kantor FTO (Freight Terminal Operation) di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (1/8).

Bacaan Lainnya

Peristiwa itu merupakan yang kedua kali terjadi selama tahun 2017, sebelumnya tanggal 17 Maret 2017, batre handphone meledak dalam kargo. “Bahkan juga ada kurir narkoba yang bisa lolos dari Bandara Hang Nadim Batam ke bandara lain. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kita,” ucapnya.

Menurut Tumbur, selama ini Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditempakan untuk melakukan pengelolaan Bandara Hang  Nadim Batam masih kurang memadai sehingga perlu dilakukan evaluasi kinerja agar kedepannya kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Perlu dilakukan peningkatan dari sisi SDM, karena orangnya tidak memadai,” timpalnya.

Dia melanjutkan, masukan tersebut hendaknya dijadikan bahan pertimbangan oleh BP Batam, karena sudah menyangkut keselamatan dunia penerbangan serta menjaga nama baik Batam di tingkat Internasional.”Ini menyangkut nama baik Batam ditingkat Internasional.

Sanksi Tegas

Di tempat sama, Anggota DPRD Kota Batam Komisi I lainnya, Yudi Kurnain mendesak agar BP Batam memberikan sanksi tegas kepada pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Karena peristiwa ini berpotensi membahayakan keselamatan para penumpang.

“Kita kecewa kepada BP Batam, seharusnya diberikan sanksi tegas kepada pejabat terkait. Masa Bandara berkelas Internasional namun pelayanan dan keselamatannya tidak memadai,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini sikap DPRD Komisi I masih menunggu hasil investigasi dari kebakaran tersebut. Ketika disinggung hasil Investigasi Kemenhub terkait kebakaran batre sebelumnya Yudi mengatakan sudah selesai.

“Sebelumnya kan sudah selesai, hasilnya beberapa pejabat terkait diturunkan jabatannya dari posisi semula serta ada dilakukan pergeseran kewenangan,” katanya.

Usut Tuntas

Desakan yang sama juga datang dari Anggota Komisi I lainnya, Fauzan. Ia meminta peristiwa memalukan itu harus diusut tuntas, sehingga berujung pada kesimpulan siapa pihak yang harus bertanggungjawab.  “Harus diusut tuntas, sehingga diketahui siapa yang harus bertanggungjawab,” tegas politisi PKB ini.

Menurutnya, penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang harus tuntas dan berkesudahan. Tidak seperti penyelidikan sebelumnya, yakni pada kasus meledaknya baterai handphone di tempat yang sama beberapa waktu lalu yang tidak jelas ujungnya.

“Kita jangan kecolongan seperti kasus pertama, jangankan memberikan sanksi yang setimpal, hingga kini pihak yang seharusnya bertanggungjawabpun tidak pernah bisa disimpulkan,” imbaunya.

Sumber : Haluankepri.com

Pos terkait