Dibawa ke RS Polri, Akbar Pembunuh Indria Pintar Berakting

Metrobatam, Jakarta – Mochammad Akbar, tersangka pembunuh pegawai BNN Indria Kameswari dikenal lihai mengelabui petugas. Keterangan Akbar yang selalu berubah-ubah itu tidak membuat penyidik menyerah.

“Dia (Akbar) hebat, kami akui dia hebat dalam berakting,” ujar Kapolres Kabupaten Bogor AKBP M Dicky Pastika Gading saat dihubungi detikcom, Jumat (8/9).

Bacaan Lainnya

Diki mengatakan keterangan Akbar selalu berubah kepada penyidik. Namun, pihaknya tidak akan kehabisan akal untuk mengorek informasi dari Akbar.

“Dia ini pintar berakting. Keterangannya selalu berubah. Tapi kami tidak akan kalah lah, sekarang dia kami bawa ke RS Polri untuk dicek semuanya,” ujarnya.

Akbar menembak Indria hingga tewas pada 1 September 2017 di kontrakannya di Cijeruk, Bogor, Jabar. Tembakan itu mengenai bagian punggung Indria. Sekitar 30 menit sebelum jasad Indria ditemukan warga, Akbar terlihat meninggalkan rumah kontrakan Indria.

Pelarian Akbar tidak lama, Minggu 3 September, Akbar ditangkap di Batam, Kepulauan Riau.

Terkait Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibawa tersangka untuk kabur ke Batam untuk mengelabui petugas bandara dipastikan asli dan milik saudaranya. “Itu bukan KTP palsu, itu milik saudaranya, nomor induk kependudukan (NIK) nya terdaftar,” kata Dicky.

Menurutnya, KTP tersebut dipakai Akbar untuk mengelabui petugas bandara. Tidak ada niatan lain yang dilakukan Akbar saat memakai KTP milik saudaranya. “Ya motif dia pakai KTP saudaranya hanya untuk kabur mengelabui petugas bandara supaya namanya tidak terdeteksi,” jelasnya.

Dicky mengatakan penyidik akan menelusuri pemilik KTP tersebut. “Kami yakini itu punya saudaranya dan mukanya mirip,” ujar Dicky.

Akbar sebelumnya menggunakan KTP orang lain atas nama MT untuk membeli tiket pesawat ke Batam. Otomatis keberadaan Akbar di daftar manifes tidak terendus petugas. Apalagi perawakan MT memang mirip dengan Akbar.

“Pada hari itu juga (Jumat, 1/9) kita sudah lakukan penyelidikan ke bandara terkait manifes nama tersangka. Wajar saja kita tidak temukan karena ternyata yang bersangkutan saat itu membeli tiket menggunakan KTP kakaknya, yang memang dari perawakan agak mirip. Inisial kakaknya MT,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan.

Keberadaan MT kini masih mencari polisi. Polisi menduga MT adalah orang terakhir yang ditemui Akbar setelah membunuh Indria dan membantunya melarikan diri ke Batam.

Selain KTP MT, ada KTP lain yang ditemukan dari tangan Akbar. KTP itu atas nama H Abdul Malik Azis SH. Di KTP itu, Malik tercatat lahir 17 Desember 1978. Malik beralamat di Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sementara di KTP, Akbar tercatat lahir 28 Desember 1979. “Mochamad Akbar suami korban (Indria) sesuai dengan KTP aslinya,” ujar Bimantoro.

Atas temuan itu, Dicky menegaskan semua KTP yang dibawa Akbar asli. “Intinya semua yang disebut sebagai KTP palsu itu tidak ada. KTP itu asli tapi bukan nama dia,” tegas Dicky.(mb/detik)

Pos terkait