Polisi Tetapkan Ustaz Zulkifli Muhammad Ali Jadi Tersangka Hate Speech

Metrobatam, Jakarta – Bareskrim Polri menetapkan Ustaz Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka kasus ujaran kebencian/SARA. Polisi menyatakan Zulkifli diduga melakukan ujaran kebencian/SARA dalam sebuah video berdurasi 2 menit.

“Penyidik telah mendapat dua alat bukti untuk menetapkan ZMA sebagai tersangka terkait video tersebut,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, ketika dimintai konfirmasi, Rabu (17/1).

Bacaan Lainnya

Fadil mengatakan polisi telah menyelidiki ada atau tidaknya unsur pidana tersebut sejak November 2017. Video tersebut ditemukan beredar di dunia maya oleh Tim Patroli Siber Bareskrim.

“Langkah penyelidikan sudah dimulai dari November 2017 atas laporan dan informasi dari Tim Patroli Siber,” jelas Fadil.

Status kasus ini lalu naik dari penyelidikan menjadi penyidikan pada awal Desember 2017. “Dan dinaikkan ke penyidikan pada awal Desember 2017,” sambung mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu.

Fadil mengatakan Zulkifli dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Dan atau Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana,” imbuh Fadil.

Terkait hal tersebut, Ustaz Zulkifli mengaku merasa ada yang aneh. “Kalau bagi saya banyak yang terasa aneh di sini,” kata Zulkifli saat dihubungi detikcom, Rabu (17/1).

Zulkifli menceritakan awal mula polisi memeriksanya. Dia mengatakan polisi datang ke rumahnya di Sumatera Barat.

“Kalau bagi saya banyak yang terasa aneh di sini. Karena dulu awal datangnya bagus, silaturahmi. Ngobrol-ngobrol. Lalu tahu-tahu jadi BAP. karena saya orang awam, tak tahu seluk beluk soal ini, dan tak pernah ada kasus, menyambut saja dengan baik. Tapi tahu-tahu langsung BAP tanpa pendampingan kuasa hukum,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli mengaku diperiksa selama 3 hari. Zulkifli mengaku sempat meminta didampingi pengacara. Namun, hal itu urung terjadi karena menurut polisi status Zulkifli masih diperiksa sebagai saksi.

“Dan langsung diminta tanda tangan BAP. Kemudian saya minta, ‘lah ini kalau sudah begini kasusnya, saya minta didampingi saja oleh pengacara’. Kata mereka ‘tak usah, Ustaz. Ini kan baru pemeriksaan saksi. Kami akan usahakan, perjuangkan, kalau Ustaz tak akan naik (statusnya)’,” ungkapnya.

Zulkifli mengaku sudah mengetahui soal penetapannya sebagai tersangka. Dia sudah menerima surat panggilan dari Bareskrim Polri.

“Baru kemarin saya terima suratnya. Surat panggilan untuk lanjutan penyidikan, tapi statusnya sudah sampai tersangka. Jujur saya kaget,” ucap Zulkifli.

Polisi menyatakan Zulkifli diduga melakukan ujaran kebencian/SARA dalam sebuah video berdurasi 2 menit. Video tersebut ditemukan beredar di dunia maya oleh Tim Patroli Siber Bareskrim.

Kami Sesuai KUHAP

Menanggapi komentar tersebut, polisi menjelaskan proses hukum di kasus ZMA sudah sesuai prosedur di KUHAP.

“Kami, penyidik pasti taat dan patuh pada rambu-rambu hukum acara. (Disebut aneh) ya itu hak beliau (ZMA)-lah ya. Yang penting semua tindakan yang kita lakukan secara hukum bisa dipertanggungjawabkan,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bsreskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, kepada detikcom, Rabu (17/1) malam.

Fadil menggambarkan secara singkat suasana pemeriksaan ZMA saat masih berstatus saksi. Saat itu, lanjut Fadil, polisi terbang ke kediaman ZMA di Sumatera Barat dan pemeriksaan berlangsung lancar hingga ZMA bersedia menandatangani BAP dirinya.

“Kan (polisi) datang (ke kediaman ZMA) silaturahmi, habis itu di-BAP, kan dia tanda tangan BAP. (Polisi) datang pasti kan baik-baik, assalamualaikum, waalaikumsalam, memperkenalkan diri, menjelaskan tujuannya,” terang Fadil.

“Maksudnya kan supaya baik juga buat beliau, dari pada jauh-jauh beliau diperiksa di Jakarta, kita BAP beliau, tanya semua di sana,” sambung Fadil. (mb/detik)

Pos terkait