Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta – Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara Fredrich Yunadi. Selain itu, saat dirawat di RS Premier, Fredrich belum menjadi kuasa hukum Setnov.

Hal ini berkaitan dengan isi surat dakwaan Jaksa Penuntut KPK yang menyebut bahwa Fredrich disebut sempat memberikan data rekam medik Setnov di RS Premier kepada Bimanesh yang merupakan dokter di RS Medika Permata Hijau. Hal itu juga pernah diakui langsung oleh Bimanesh.

Read More

“Dokumen diberikan kepada pasien atau keluarga yang dituju. Tidak boleh pihak lain, kecuali atas permintaan pasien atau keluarga, itupun harus ada keterangan tertulis,” ujar Glen saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/4).

Glen menuturkan, rekam medis hanya dicetak satu buah dokumen. Berkas itu juga berisi kondisi kesehatan dan perawatan penunjang yang digunakan pasien.

Rekam medis itu, dikatakan Glen, hanya bisa diberikan kepada pasien atau pihak keluarga. Mengingat, dokumen yang berisi riwayat medis itu bersifat rahasia, sehingga tak dapat sembarangan diberikan.

“Dokumen itu tergolong rahasia pasien sehingga tidak dapat diberikan kepada pihak lain tanpa persetujuan pasien,” tutur dia.

Dalam kasus ini, Bimanesh didakwa telah melakukan rekayasa agar Setnov dirawat inap di RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK saat menjadi tersangka kasus e-KTP.

Bimanesh telah melakukan rekayasa kesehatan Setnov bersama dengan Pengacara Fredrich Yunadi. Awalnya, RS Medika Permata Hijau menolak permintaan Fredrich Yunadi yang meminta surat pengantar rawat inap untuk Setnov, dengan diagnosa kecelakaan.

Atas perbuatannya itu, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman maksimal kurungan penjara 12 tahun. (mb/okezone)

Related posts