BNN: Oknum DPRD dari NasDem Selundupkan Sabu Tak Cuma Sekali

Metrobatam, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat, Sumatera Utara, berinisial IH berulang kali melakukan penyelundupan narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan informasi tersebut diketahui usai dilakukannya pemeriksaan terhadap terhadap IH.

Read More

“Dia mengaku bukan yang pertama kali, sudah berkali-kali menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (22/8).

Penyelundupan sabu yang terakhir dilakukan oleh anggota DPRD dari Partai NasDem itu adalah dengan membawa sendiri sabu seberat 55 kilogram yang dilakukan pertengahan Juli lalu.

Saat itu, Arman mengatakan IH sempat menjadi kejaran BNN. Namun dia hilang di perkampungan di sekitar Pangkalan Susu.

“Keterangan Ibrahim ketika dikejar oleh anggota BNN sabu seberat 55 kg tersebut dibawa dengan mobil dan dia sendiri yang menjadi sopir sehingga lolos dari pengejaran,” tuturnya.

Untuk itu, Arman mengatakan tim Tindak Pidana Pencucian Uang mulai menggeledah rumah dan mencari aset IH lainnya untuk mengetahui harta bergerak maupun tidak bergeraknya. Penggeledahan itu diutamakan dilakukan di Aceh dan Langkat.

“Untuk disidik dengan undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang,” ucapnya.

Sebelumnya, IH ditangkap di Pelabuhan Pangkalan Susu, Langkat pada Minggu (19/8). Dia diduga memiliki ratusan kilogram sabu.

Pengungkapan kasus ini berawal saat tim gabungan BNN dan TNI Angkatan Laut mengamankan kapal kayu di perairan Selat Malaka.

Dari kapal tersebut, petugas menyita sabu sebanyak tiga karung. Kemudian, tim melakukan pengembangan atas kepemilikan sabu hingga akhirnya menangkap Ibrahim di Pelabuhan Pangkalan Susu.

Selain IH, BNN juga menangkap lima sosok lain yang merupakan rekan IH yakni Rinaldi, Ibrahim Jompak, A. Rahman, Joko, dan Amat.

Selain sabu, BNN juga menemukan sebanyak 30 ribu butir ekstasi dengan kualitas sangat baik.

Selain itu BNN juga kembali menangkap seorang tersangka kasus narkoba atas nama Firdaus alias Daus merupakan jaringan oknum anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Partai NasDem bernama Ibrahim alias Hongkong.

“Daus ditangkap pagi ini di bandara di Aceh saat baru tiba dari Kuala Lumpur merupakan tersangka lain dari kasus penyelundupan sabu-sabu sebanyak 105 kilogram dan 30 ribu butir ekstasi,” tambah Arman.

Daus adalah suruhan dari Ibrahim alias Hongkong untuk mengantar sabu-sabu dengan menggunakan speedboat dari Pulau Penang, Malaysia ke tempat serah terima di tengah laut, katanya.

“Dia berupaya mengelabui petugas dengan membeli tiket pesawat dari Penang tujuan Aceh. Setelah melakukan cap paspor di Imigrasi bandara, ternyata Daus tidak berangkat kemudian keluar bandara dan pergi ke Kuala Lumpur,” kata Arman.

Saat tiba di Kuala Lumpur, Daus membeli tiket pesawat lagi dan pulang ke Aceh. Namun, petugas BNN sudah siap menangkap yang bersangkutan, ketika turun dari pesawat dan langsung diterbangkan ke Medan.

“Ketika akan diperiksa urine, Daus mengatakan tidak usah dites, pasti positif karena setiap hari dia menggunakan sabu-sabu, terutama jika melaut,” kata Arman lagi.

Menurut keterangan Daus, dia setidaknya telah empat kali mengantar sabu-sabu ke tengah laut dengan upah Rp80 juta. Dengan demikian terbukti bahwa Ibrahim alias Hongkong bukan hanya satu atau dua kali melakukan penyelundupan narkoba dari Malaysia, katanya lagi.

Ibrahim alias Hongkong yang menjadi tersangka kasus narkoba saat ini mulai diusut ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), di mana tim TPPU menggeledah rumah dan mencari aset milik tersangka di Aceh dan Langkat untuk disidik.

Terkait kemungkinan adanya aliran kasus narkoba ke Partai NasDem, BNN akan melakukan penelusuran. Sampai saat ini, jumlah tersangka dari jaringan Ibrahim alias Hongkong sebanyak delapan orang. (mb/cnn indonesia/okezone)

Related posts