SBY Disomasi, Anggota DPR Anton Sukartono Bantah Palsukan Ijazah

Metrobatam, Jakarta – Forum Silaturahmi Alumni (FSA) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi menduga bacaleg Partai Demokrat (PD) Anton Sukartono Suratto menggunakan gelar dan ijazah palsu. Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun disomasi. Anton menepis tudingan tersebut.

“Tuduhan itu tidak berdasar dan fitnah. Saya sudah memenuhi semua syarat-syarat pencalonan yang diatur dengan jelas dan tegas oleh UU,” kata Anton dalam keterangannya, Senin (20/8).

Bacaan Lainnya

Anton meminta penuduh memeriksa Dafter Caleg Sementara (DCS) dan Daftar Caleg Tetap (DCT) Pemilu 2009 dan 2014. Dia mengklaim dua pencalonan sebelumnya tak bermasalah. Anton menegaskan dirinya tak menggunakan ijazah palsu.

“Saya tegaskan, saya tidak menggunakan gelar dan ijazah palsu. Saya memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan KPU,” katanya.

Sebelumnya, Ketua FSA HMI Lintas Generasi Adel Setiawan melayangkan somasi kepada Anton dan SBY terkait pencalegan. Anton diduga telah memalsukan gelar dan ijazahnya sejak menjadi anggota DPR pada periode 2009-2014 dan 2014-2019. Sedangkan SBY disomasi karena punya kewenangan membatalkan pencalegan Anton.

Adel mengungkap indikasi Anton menggunakan gelar palsu. Pertama, terdapat perbedaan gelar yang dipakai oleh Anton saat kampanye Pileg di 2009 dan 2014. Menurut Adel, pada 2009, Anton menyematkan gelar SE dan MM dalam kampanye. Pada 2014, Anton disebut menggunakan gelar BBA dan M.Si.

Kedua, Adel juga melacak profil Anton dari situs resmi DPR RI. Di situs tersebut, Anton tercatat pernah kuliah di luar negeri. Adel mengatakan, Anton pada tahun 1992-1995 menempuh pendidikan Marketing di State University of New York at Stoory Brook (USA) dan pada tahun 1995-1997 menempuh pendidikan di Dowling College (USA) dengan dua jurusan sekaligus, yakni Marketing dan Mathematic.

“Bagaimana mungkin, kuliah di luar negeri namun mendapat gelar Sarjana Ekonomi (SE) dan Magister Management (MM),” sambungnya.

Indikasi lain yang didapat oleh Adel adalah pada saat 2014 Anton memakai gelar BBA dan M.Si. Adel mempertanyakan asal dua gelar tersebut didapatkan.

“Pada tahun 2014, ia memakai gelar BBA dan M.Si pada alat peraga kampanyenya. Entah dari mana gelar BBA ini ia dapatkan. Sedangkan untuk gelar M.Si jika menilik dari laman http.www.dpr.go.id, ia memperoleh gelar tersebut dari Universitas Krisna Dwipayana yang ia tempuh pada tahun 2011-2013 pada jurusan Ilmu Administrasi. Ketika kami cek di website forlap.ristekdikti.go.id, tidak terdapat nama yang bersangkutan,” paparnya. (mb/detik)

Pos terkait