Dituding Fitnah Roy Suryo, Kemenpora Bantah Sebarkan Surat

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merespons Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo yang merasa difitnah dengan beredarnya surat permintaan pengembalian 3.226 unit barang milik negara rumah dinas Menpora.

Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto mengaku bukan dirinya yang membuat surat itu beredar di media sosial.

Read More

“Saya tidak masuk ranah fitnah atau bukan. Bukan saya yang upload ke publik,” kata Gatot kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/9).

Gatot juga mengatakan bahwa permintaan pengembalian 3.226 unit barang milik negara bukan berasal dari Kemenpora. Permintaan itu merupakan instruksi langsung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap inventarisasi barang-barang yang dibeli menggunakan uang negara.

“Ini juga karena ada request itu dari BPK untuk meminta kembali asetnya,” lanjut Gatot.

Diketahui pengacara Roy, Tigor Simatupang menyatakan kliennya hingga kini belum menerima surat seperti yang berbedar di media sosial. Hal ini yang menjadi alasan Roy menyebut Kemenpora menyebar fitnah.

“Surat itu sudah nyebar di medsos, tapi belum nyampai di Pak Roy. Belum diterima sampai hari ini, ini kan namanya enggak ada iktikad baik dari Kemenepora,” kata Tigor kepada CNNIndonesia.com.

Surat Kemenpora bernomor 5-2-3/SET.BIII/V/2018 tertanggal 2 Mei 2018 yang ditandatangani Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto menyebut ada sekitar 3.226 Barang Milik Negara (BMN) yang belum dikembalikan Roy.

Menurut Gatot Kemenpora telah mengirimkan surat ketiga terkait persoalan Roy Suryo itu. Pertama surat dikirimkan pada 2014, kemudian 2016, dan terakhir tertanggal 2 Mei 2018.

Roy Suryo menjabat sebagai Menpora selama setahun. Dia menggantikan koleganya di Demokrat, Andi Mallarangeng yang mundur karena terlibat kasus korupsi. Roy menjabat pada 15 Januari 2013 hingga 20 Oktober 2014.

Tak Pernah Terima Surat

Kuasa hukum Roy Suryo, Tigor Situmorang menyebut kliennya belum pernah sekalipun menerima surat terkait permintaan pengembalian barang-barang Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dituduh dikuasai. Padahal Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto menyebut telah mengirim tiga surat dan salinannya melalui pesan pribadi Roy.

“Sampai sekarang belum sampai suratnya, makanya Pak Roy bilang itu fitnah,” kata Tigor saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (5/9).

Yang lebih disesalkan, kata Tigor, surat belum diterima oleh Roy, namun malah tersebar di media sosial. Karena itu Roy merasa difitnah.

Apalagi Roy merasa tak menguasai barang milik negara seperti yang dituduhkan. Menurut Tigor, sebulan setelah tak menjadi Menpora, Roy pernah mendapati ada barang-barang yang dikemas menggunakan kontainer di rumahnya di Yogyakarta. Karena merasa bukan miliknya, Roy meminta barang-barang tersebut dikembalikan ke Kemenpora.

Jika ada tudingan Roy menguasai barang Kemenpora atau membeli barang menggunakan dana Kemenpora, Tigor mempertanyakan adminitrasi rumah tangga Kemenpora. Pasalnya, sebagai Menteri, Roy Suryo tak seharusnya memegang anggaran langsung.

Saat ini kuasa hukum dan Roy Suryo tengah menyiapkan bukti dan surat klarifikasi terkait tudingan barang Kemenpora itu oleh Roy Suryo. “Enggak kayak mereka, enggak punya data dan belum kirim surat,” katanya.

Sebelumnya Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengklaim telah tiga kali menyurati Roy Suryo soal aset itu.

Gatot juga enggan menanggapi tudingan fitnah karena tak merasa menyebarluaskan surat soal pengembalian aset Kemenpora ke media sosial. (mb/cnn indonesia)

Related posts