Jari 98 Berencana Laporkan Andi Arief ke Bareskrim

Metrobatam, Jakarta – Wasekjen Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari) 98 Tirtayasa berencana melaporkan Wasekjen Demokrat Andi Arief ke polisi. Pelaporan dilakukan agar Andi Arief bisa memberikan keterangan soal dugaan mahar Rp 1 triliun dalam pencalonan di Pilpres.

“Andi Arief yang melaporkan di Bawaslu adalah saya bersama organisasi saya. Tiga kali tidak datang itu memang kan kewenangannya di Bawaslu. Tapi di sinilah kita bisa melihat siapa yang masuk angin, siapa yang penakut,” ujar Tirtayasa dalam diskusi di Hotel Ibis Budget, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (31/8).

Read More

“Jadi hari Senin besok Andi Arief akan kami laporkan ke Bareskrim dan Polda Metro Jaya,” lanjutnya.

Laporan ke Polda dan Bareskrim dilakukan agar Andi Arief bisa memberikan keterangan ke penegak hukum. Menurut Tirtayasa, keterangan Andi Arief penting untuk membuktikan benar-tidaknya dugaan duit Rp 1 triliun tersebut.

“Kenapa kita lapor ke Polda dan Bareskrim? Supaya dia hadir karena kewenangannya di mereka untuk memanggil paksa. Sehingga nanti akan terurai siapa yang bohong. Andi Arief atau Sandiaga Uno. Akan jelas,” tegasnya.

Bawaslu sebelumnya menyatakan laporan dugaan mahar Rp 1 triliun Sandiaga Uno ke PAN-PKS tidak dapat dibuktikan. Dari pemeriksaan, Bawaslu tidak mendapatkan bukti-bukti soal adanya dugaan mahar terkait pencalonan di pilpres.

“Bahwa terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan presiden dan wakil presiden tidak dapat dibuktikan secara hukum,” kata Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan tertulis.

Pihak pelapor dari LSM Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) menyebut putusan Bawaslu tidak obyektif.

“Ini sangat kita sesalkan, objektivitas putusan ini perlu kita uji. Tapi kami pasti melakukan langkah-langkah hukum setelah putusan ini,” ujar Sekjen Fiber, Muhammad Zakir Rasyidin saat dihubungi. (mb/detik)

Related posts