Dirjen Pas Minta 1.090 Napi Palu Kembali Usai Listrik Normal

Metrobatam, Jakarta – Sebanyak 1.090 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Palu, Sulawesi Tengah, yang keluar tahanan pascagempa dan tsunami di wilayah itu hingga kini belum kembali.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menyebut pihaknya baru akan melakukan pencarian dan meminta para napi itu kembali ke lapas usai fasilitas listrik dan air di dalam tahanan itu kembali normal.

Read More

“Sampai kami normal dulu, ada air, listrik, baru kita minta mereka untuk kembali,” kata dia, di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (9/10) dikutip dari Antara.

Hal itu dikatakannya dalam pembukaan program pelatihan peningkatan kapasitas warga bincaan yang dilaksanakan Ditjen Pemasyarakatan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selain 1.090 napi yang belum kembali, Sri mengatakan masih ada 204 orang yang tetap bertahan di dalam lapas usai gempa, dan 360 orang sudah melapor.

Ditjen Pemasyarakatan menyebut pihaknya harus memastikan lebih dulu dapat memberikan pelayanan dasar kepada napi sebelum mengumpulkan kembali di dalam lapas. Sebab, akunya, hingga kini pasokan listrik, air, dan makanan belum normal.

Mitra penyedia barang dan bahan makanan pun, kata Sri, belum dapat memberikan jawaban mengenai jaminan kelancaran pasokan di sana.

Soal rencana rehabilitasi bangunan di lapas, ia mengatakan itu sudah diusulkan kepada pemerintah. Namun, ia memperkirakan itu tidak bisa dilakukan pada 2018.

“Karena sekarang sudah Oktober, seluruh proses [anggaran] sudah berjalan, tinggal berjuang perbaikan seadanya,” dalihnya.

Sementara itu, bangunan Lapas di Lombok masih bisa digunakan pascagempa menerjang Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. “Kalau Lombok hanya retak,” kata Sri. (mb/detik)

Related posts