Benny Tjokro Ditahan Kejagung, Erick Thohir Buka Suara

Metrobatam, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menahan Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro. Benny ditahan karena terlibat dalam skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Benny, kini dititipkan di rumah tahanan (rutan) KPK.

“Benny Tjokro di (Rutan) Salemba cabang KPK,” kata Jampidsus Kejagung, Adi Toegarisman, saat diwawancara di gedung bundar Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Selasa kemarin (14/1/2020).

Bacaan Lainnya

Selain Benny Tjokro, Kejagung menahan 4 orang lainnya, yakni eks Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, Eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Adi mengatakan Hendrisman ditahan di Rutan KPK yang berada di Guntur, Jakarta Selatan. “Kemudian Hendrisman di Guntur,” ucapnya.

Terkait penahanan Benny, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, hal itu menunjukkan Kejagung cepat dalam menangani kasus Jiwasraya.

“Kami mengapresiasi pihak BPK yang sudah melakukan investigasi dan juga pihak kejaksaan yang secara cepat dan responsif menangani kasus ini,” katanya dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, tindakan tegas dan tak pandang bulu penting untuk menyikapi kasus Jiwasraya. Hal ini sekaligus untuk mengembalikan kepercayaan publik.

“Tindakan tegas dan tak pandang bulu pada kasus Jiwasraya sangat penting dalam mencapai keadilan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik pada korporasi. Pengusutan kasus di masa lalu itu sekaligus penataan korporasi untuk hari ini dan masa depan yang semakin baik,” paparnya.

Nah, mau tahu profil lengkap Benny Tjokro, cucu pendiri Batik Keris? Klik halaman selanjutnya

Melansir laporan keuangan tahunan MYRX, Selasa (14/12/2020), Benny merupakan pria kelahiran Surakarta 1969. Dia merupakan anak dari Handoko Tjokrosapoetro. Kakeknya adalah Kasom Handoko Tjokrosapoetro, merupakan pengusaha batik pendiri merek Batik Keris.

Benny merupakan sarjana ekonomi dari Universitas Trisakti yang lulus tahun 1995. Di bawah bimbingan ayah dan kakeknya, Benny tumbuh menjadi sosok wirausahawan. Meski begitu, dia tidak mengikuti jejak kakeknya.

Dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Benny memang lebih akrab di dunia pasar modal. Dia mulai menjajal membeli saham pada usia 18 tahun saat dia masih duduk di bangku kuliah.

“Saya sudah lama, masih kuliah saja sudah main saham. Umur 18 tahun – 19 tahun. Ya ikut teman saja ngantre-ngantre beli saham IPO (Initial Public Offering/IPO) tahun 1989 waktu itu baru mulai-mulai hot kalau ditanya di Indonesia saat itu mungkin belum banyak yang berpengalaman karena baru mulai pasar modalnya. Masih fisik itu serah terima sahamnya, pakai papan tulis,” tuturnya.

Selain menjadi direktur utama di MYRX, Benny juga pernah duduk di bangku direksi dan komisaris di belasan perusahaan. (mb/detik)

Pos terkait