oleh

Kalpataru Bagi Wasito Sang Pengabdi Lingkungan

-JATENG-768 views

Kendal (Metrobatam.com) – Perjuangan dan keuletannya sebagai pegiat pelestarian lingkungan hidup dalam melakukan konservasi di wilayah pantai Kabupaten Kendal, Wasito (47 tahun) warga Desa Kartikajaya RT.04 RW.02 Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah, pada 10 November 2020 mendatang, akan menerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Wasito akan mendapatkan penghargaan kalpataru untuk kategori Pengabdi Lingkungan. Kalpataru sendiri adalah penghargaan yang diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.

Wasito yang telah memberikan sumbangsih nyata bagi upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup dengan cara menanam pohon mangrove di pantai di wilayah Kabupaten Kendal secara berkelanjutan, yang telah memberikan dampak positif terhadap lingkungan hidup, sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

Wasito memaparkan awal mula dirinya melakukan penanaman mangrove yaitu setelah melihat adanya abrasi di pantai Desa Kartikajaya.

“sejak tahun 2006 lalu, penanaman mangrove ini awalnya saya lakukan sendiri, kemudian mengajak keluarga dan para pemuda desa. Seiring berjalannya waktu datang juga dukung lan dari pegiat lingkungan lainnya, terutama Ikatan Mahasiswa Kendal (Imaken) pada tahun 2013,” ujar Wasito, Senin (2/10/2020).

Wasito juga mengungkapkan bahwa pada awalnya apa yang dilakukannya sempat mendapatkan cemoohan dan dianggap kurang kerjaan dari orang-orang.

“Mereka mengatakan bahwa menanam mangrove di pinggiran pantai akan sia-sia saja karena akan hilang tersapu oleh ombak. Namun ternyata buah mangrove yang saya tanam bisa tumbuh dengan baik, dan pada akhirnya banyak mengundang pecinta alam ingin ikut menanamnya”, ungkap Wasito.

Wasito menyampaikan bahwa untuk wilayah konservasinya yaitu sepanjang pesisir di wilayah Kabupaten Kendal dari pesisir pantai di Kecamatan Kaliwungu hingga Kecamatan Rowosari. Adapun tanaman mangrove yang ditanami adalah rhizophora, avicennia, tancang, dan cemara laut.

Menurut Wasito, sampai saat ini wilayah pantai di Kabupaten Kendal yang sudah ditanami dan tumbuh pohon mangrove ada sekitar 30 hektar.

Ia juga menyampaikan, disamping konservasi ternyata tanaman mangrove memiliki nilai ekonomi, yang mana buah dari jenis tancang dan avicennia dapat dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi olahan makanan, seperti kerupuk, klepon, kue jenang dan olahan makanan lainnya.

Dengan penghargaan yang didapatnya, Wasito berharap dapat menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda pecinta alam, khususnya masyarakat pantai di pesisir Kendal agar dapat terus melestarikan lingkungan hidup, sehingga nantinya pantai-pantai di Kabupaten Kendal menjadi pantai yang hijau dan mampu mensejahterakan masyarakatnya.

(Ad.Pur).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed