Titik Suttet 54 di Baso Agam, Sudah 8 Tahun Ganti Rugi Masih Bersengketa

METROBATAM.COM, BASO-AGAM MINGGU (8/10/2023) –  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis Peraturan Menteri (Permen) ESDM nomor 13 tahun 2021 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

Peraturan ini ditetapkan Menteri ESDM pada 17 Juni 2021 dan berlaku sejak diundangkan pada 17 Juni 2021, Lahan yang dilalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) masih menjadi milik warga. Namun aktivitasnya dibatasi demi keamanan instalasi dan keselamatan makhluk di bawahnya. Akibat pembatasan ini, maka warga berhak atas kompensasi sebagai penghargaan.

Lain halnya yang terjadi titik 54 Padang Tarok Baso, sangketa ganti rugi sudah hampir 8 tahun masih meruncing karena beberapa pihak mengklaim masing-masing kepemilikan tanah, sehingga diperkirakan bisa berakhir di jalur Hukum.

Dalam keterangannya Irwan Ashmir keponakan Datuk Kodoh Baha merasa pihak yang dirugikan menyebutkan, Kejadian ini sudah sekian tahun hingga sekarang tidak ada keputusan terkait sangketa titik 54 ini, dan begitu saya bertemu dengan Datuk Mangkuto Alam dapatlah kata sepakat untuk berdamai, sebelumnya kedua belah pihak masing masing mengatakan kepemilikan tanah atas nama kaumnya, setelah musyawarah sehingga ada kata perdamaian dan dibawalah ke Wali Nagari ( Kepala Desa ), menyatakan kalau pihak Datuk Kodoh Baha dan Pihak Datuk Mangkuto Alam sudah berdamai, untuk mengambil ganti rugi titik 54 ini yang nantinya akan ditandatangani hitam di atas putih.

Bacaan Lainnya

“Setelah kami buatkan surat ke Wali Nagari, ketika itu masuklah gugatan dari Dt Tiko Basa, dengan dasar ” kata orang ” dia yang punya tanah, hingga diadakan pertemuan mediasi, namun hal tersebut menemui jalan buntu, merasa dirugikan akhirnya saya membuat surat laporan ke pihak kepolisian” ujar Iwan.

“Dan pada pihak kepolisian mengundang ke tiga kepala kaum, Dt.Tiko Basa, Dt.Kodoh Baha dan Dt.Mangkuto Alam, pada kesempatan tersebut pihak kepolisian menanyakan kepada Dt.Tiko Basa letak posisi tanahnya, namun Dt.Toko Basa menjawab tidak ada tanah tersebut atas kepemilikannya,” terang Iwan.

“Sebelumnya Dt Tiko sudah mengklaim hitam di atas putih bahwa tanah tersebut miliknya, namun di kantor Polisi Dt Tiko mengatakan tidak ada,” kata Iwan.

“Sementara uang yang diduga ditahan oleh Wali Nagari sebesar Rp.192 juta lebih, diminta untuk mengembalikan kepada pihak kaum Dt Kodoh Baha, namun Wali Nagari Hendri Dt.Pucuak tidak bisa menyerahkan uang tersebut belum ada dapat kata mufakat,” jelas Iwan.

Iwan berkata, Sebenarnya kami tidak ingin permasalahannya berlarut-larut, kalau ada niat dari Dt Tiko menyelesaikan kenapa harus menunggu bertahun-tahun, sehingga permasalahan ini menjadi panjang, ada permainan apa Wali Nagari dengan Dt Tiko.

Iwan berharap ada mediasi dengan pihak kaumnya.

Lebih lanjut Wali Nagari, Hendri Dt.Pucuak mengatakan, saat dihubungi via seluler menyampaikan, Kasus ini terjadi pada Wali Nagari yang lama, setelah 2 bulan saya menjabat baru diserahkan mandat sangketa titik 54 ini, lengkap dengan kwitansi dan buku tabungan dari PLN dan hingga saat ini uang yang Rp.192 juta lebih masih utuh di rekening, tidak susut sepeserpun, dan ini telah kita buktikan dengan meng copy rekening koran serta telah kita serahkan pada pihak kepolisian buku rekening koran tersebut.

“Hal ini tidak bisa kita serahkan karena dana tersebut masih dalam sangketa antara kaum Dt.Tiko Basa, kaum Dt.Kodoh Baha dan kaum Dt.Mangkuto Alam,” ujarnya.

“Selaku Wali Nagari kami berhak untuk tidak memberikan uang ganti rugi Suttet tersebut, karena ini bisa mengakibatkan perpecahan antara pihak-pihak yang bersengketa, dan apabila ada pihak yang dirugikan dengan keputusan ini dana tersebut akan titipkan kembali secepatnya ke PLN UP Medan atau ke Pengadilan Negeri Bukittinggi, silahkan yang merasa mempunyai haknya masing-masing selesaikan di pengadilan,” pungkasnya. (Basa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *