BMKG : Potensi Hujan Lebat Hingga Akhir Februari

Metrobatam.com – Grobogan | Bencana banjir yang yang melanda Kabupaten Grobogan akhir Januari 2025 dan perubahan cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Grobogan menjadi perhatian publik, menanggapi hal tersebut Kepala Pelaksana BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah )Kabupaten Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, S.T,.M.T. Menghimbau kepada Masyarakat Grobogan pada Jumat, (13/2/25).

“Agar waspada terhadap intensitas hujan yang lebat dan perubahan cuaca yang ekstrim,” ujarnya.

“Seperti saat kita rapat koordinasi terkait penanganan bencana Grobogan Demak kemarin yang dihadiri oleh BMKG dan PJ Gubernur Jateng terkait pemantauan kondisi cuaca sampai bulan Januari – Februari masih akan ada hujan yang cukup ekstrim, dalam katagori ringan sedang dan lebat, jadi potensi hujan ini perlu diwaspadai sampai bulan Februari,” jelasnya.

“Secara harian BMKG sudah memberikan informasi lewat media apapun, termasuk melalui pesan WA, Instragam juga website.Bahkan ketika kondisi kondisi yang dirasa itu membahayakan akan muncul informasi pemetaan secara jam,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

“Dimana dalam pemetaan peta yang berwarna orange adalah bentuk tanda peringatan dini, kalau berwarna kuning adalah potensi meluas, dan hijau adalah bagian yang tidak terdampak. Semisal ada warna orange di atasnya Grobogan, jadi kita akan tahu mana yang akan ada potensi hujan dan mana yang akan terdampak. Sekali lagi BMKG sudah memberikan isyarat Januari Februari masih ada potensi hujan secara intens menyampaikan harian ataupun jam jam yang perlu dihati hati. ” ungkap Wahju.

Wahju juga menyampaikan ada beberapa tempat rawan bencana di wilayah Kabupaten Grobogan diantaranya Purwodadi .

“Di Kabupaten Grobogan ini sebenarnya ada wilayah tertentu yang berpotensi terhadap bencana, terutama memang di Purwodadi yang dampaknya akan meluas ke wilayah sekitarnya, mungkin ke wilayah Brati, Grobogan, dan Klambu karena dampaknya dari Sungai Lusi, kemudian dari Sungai Glugu. Kalau membicarakan Sungai Lusi dan Sungai Glugu maka jelas Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Brati, Kecamatan Klambu akan terdampak,” ujarnya.

“Dan kalau kita membicarakan Sungai Serang maka dampaknya tetap di Kecamatan Purwodadi di daerah Cingkrong,Penawangan. Kemudian ada lagi yaitu Kecamatan Godong dan Kecamatan Karangrayung karena disitu ada Kali Jajar Lama yang bertemu,Kemudian arah barat ada Kali Tuntang yang terdampak Kecamatan Kedungjati, Kecamatan Gubug, ini yang sering terjadi di Ngroto, Baturagung, Kemiri ini yang selama ini langganan.” terang Wahju.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan juga berpesan kepada masyarakat Grobogan pada khususnya untuk lebih waspada terkait bencana alam dan sedini mungkin bisa mengantisipasi.

” Ayo kita persiapkan diri kita untuk segera bergerak cepat, ketika ada kondisi banjir serta himbuannya terkait banjir sedini mungkin apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, drainase, kebersihan kali kita,dan jangan membuang sampah sembarangan. ” tutup Wahju.

Red @ayik

Pos terkait