Metrobatam.com – Grobogan – Aksi unjuk rasa puluhan warga masyarakat Desa Sembungharjo Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Pada Minggu siang (23/03/25). Akhirnya mendapat perhatian khusus dari Darsono Kepala Desa setempat. Video puluhan warga yang melakukan aksi tanam pohon pisang, dan tabur benih ikan disepanjang jalan desa yang rusak, sempat viral diberbagai media sosial. Mereka menuntut agar jalan yang rusak tersebut segera diperbaiki, mengingat jalan tersebut sebagai akses transportasi warga setempat dan merupakan jalan desa.

Darsono memberikan tanggapan terkait aksi tersebut, Senin (24/03/25). Darsono menyampaikan rasa terimakasih kepada warga yang telah peduli dengan memberikan aksi kritikan kepada pemerintah desa setempat.

” Terkait aksi warga pada hari Minggu, 23 Maret 2025 siang, akhirnya saya komunikasi dengan Kadus setempat, pada minggu malamnya setelah sholat tarawih saya minta warga dikumpulkan langsung, intinya ingin tau dan mendengar sendiri permintaan masyarakat yang pada siang hari menggelar aksi tersebut, tidak ada hal yang lain saya berterima kasih atas masukan dari masyarakat pada intinya mereka peduli dan memang pada dasarnya ingin perbaikan jalan. Memang dasarnya ada anggaran untuk pengecoran jalan. Namun sementara mereka inginkan untuk tambal sulam. ” ungkap Darsono.
Terkait anggaran yang digunakan, Darsono menyampaikan bahwa dana desa masih dalam tahapan pencairan. ” DD ( dana desa/red ) nanti masih di bulan ke empat, dan untuk droping material disitu untuk meneruskan program rabat beton sudah saya mulai, tambal sulam pun sudah saya mulai. Saya sudah droping satu rit dan memang baru satu rit sebelum ada aksi tersebut. ” ungkap Darsono.
” Jadi saya tidak mau ambil pusing, terkait aksinya, tapi usulannya yang saya tampung semuanya. Intinya lebaran jalan tersebut bisa diakses masyarakat tanpa gangguan, dan disitu saya tanda tangan pernyataan bahwa jalan tersebut bisa dilewati sebelum lebaran.” jelas Darsono.
Terkait tuntutan yang lain selain perbaikan jalan yang rusak dari warga, Darsono menjelaskan tidak ada tuntutan yang lain.
” Intinya warga meminta yang jelek ditambal, atasnya dikasih sirtu ( pasir batu ) dan kebersihan jerami hasil panen itu yang paling parah, alhamdulillah hari ini ada aksi membersihkan jerami oleh Pak Kadus untuk kebersihan jerami dijalan, juga meratakan material yang dibongkar disana,” pungkas Darsono.
(Red/@yik )














