Metrobatam.com, Lingga – Insiden tergulingnya satu unit truk ekspedisi berwarna putih di atas Movable Bridge (MB) Pelabuhan Roro Jagoh, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Rabu (20/8/2025) pagi, terus menuai sorotan tajam dari publik.
Kasat Polairud Polres Lingga, IPTU Lundu Herryson Sagala, S.T., M.M., sebelumnya memberikan klarifikasi melalui salah satu media online Beritalingga.com, bahwa tidak ditemukan minuman beralkohol di lokasi kejadian sebagaimana isu yang sempat beredar. Namun, pernyataan itu justru mendapat kecaman keras dari Ketua DPD Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Kepri, Abd Karim atau yang akrab disapa Tok Agus.
Tok Agus menilai pernyataan Kasat Polairud tersebut sama saja dengan bentuk pembohongan publik.
Ia mendesak Kapolres Lingga agar segera mengambil langkah tegas terhadap personel yang diduga menutupi keberadaan barang diduga ilegal selundupan di dalam truk yang terguling itu.
“Seharusnya sebagai aparat penegak hukum bekerja secara profesional, bukan menutupi penyelundupan barang ilegal yang masuk ke wilayah hukum Polres Lingga,” tegas Tok Agus kepada Metrobatam.com, Kamis (21/8/2025).
Lebih lanjut, Tok Agus juga menyerukan agar Kapolda Kepri turun tangan dan segera mengambil langkah hukum terkait dugaan penyelundupan tersebut. Menurutnya, kasus ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut integritas aparat penegak hukum dan citra institusi Polri di mata masyarakat.
Tok Agus mengungkapkan, dirinya sudah mencoba menghubungi Kasat Polairud Polres Lingga untuk meminta klarifikasi langsung, baik melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon. Namun, upaya itu tidak mendapat respons.
“Saya sudah melakukan konfirmasi, baik melalui pesan WhatsApp maupun telepon. Namun sayangnya, pesan tersebut diabaikan oleh Kasat,” jelas Tok Agus.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan lanjutan terkait desakan Ketua DPD LAMI Kepri tersebut. Sementara itu, insiden tergulingnya truk di Pelabuhan RoRo Jagoh masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai muatan sebenarnya dari kendaraan tersebut.
Awalludin














